Cahaya di Balik Jeruji: Ketika Para Warga Binaan Menemukan Jalan Pulang Melalui Al-Qur’an

- Redaksi

Jumat, 7 Maret 2025 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Tadarus Qur'an Warga Binaan Rutan Sumenep, Jum'at (07/03/2025)

Suasana Tadarus Qur'an Warga Binaan Rutan Sumenep, Jum'at (07/03/2025)

JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Di balik tembok tinggi yang membatasi kebebasan, ada cahaya yang perlahan menembus celah-celah jeruji.

Bukan sinar matahari yang menyilaukan, melainkan kilau ketenangan yang terpancar dari lembar-lembar mushaf Al-Qur’an.

Di sudut Rutan Sumenep, Masjid An-Nur menjadi saksi sebuah perjalanan spiritual yang tak biasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puluhan warga binaan, dengan hati yang mungkin pernah gelap, kini tengah menapaki jalan pulang melafalkan ayat demi ayat, mengeja makna dari kitab suci yang dulu asing bagi mereka.

Suasana Rutan Sumenep pada Kamis (6/3/2025) terasa berbeda. Tak ada suara rantai atau derap langkah petugas yang mendominasi.

Sebaliknya, yang terdengar adalah lantunan ayat suci yang keluar dari bibir-bibir yang dulu mungkin lebih sering berucap kasar. Hari ini, mereka belajar mengeja kebaikan.

Program Mengaji dari Nol di Rutan Sumenep bukan sekadar agenda keagamaan. Ini adalah cahaya yang menuntun mereka kembali menemukan jati diri.

Baca Juga :  Puncak Peringatan 1 Muharram 1445 H, Pemkab Gelar Sumenep Bersholawat Hadirkan MPB At-Taufik Sampang

Bagi sebagian dari mereka, ini adalah kali pertama mengenal huruf hijaiyah, kali pertama menyentuh mushaf, bahkan kali pertama memahami bahwa ada kedamaian di balik ayat-ayat yang mereka baca.

Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, menyebut program ini sebagai jembatan bagi warga binaan untuk kembali ke jalan yang benar.

Baginya, penjara bukanlah akhir segalanya. Justru di sinilah banyak yang menemukan titik balik hidup mereka.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Penjara bukan hukuman selamanya, tapi kesempatan untuk berubah. Kami ingin mereka keluar dari sini bukan hanya sebagai mantan napi, tapi sebagai manusia baru yang membawa ilmu dan akhlak lebih baik,” ujar Ridwan Susilo.

Yang menarik, pembelajaran ini tidak hanya dibimbing oleh petugas rutan, tetapi juga oleh sesama warga binaan yang lebih dahulu fasih membaca Al-Qur’an.

Baca Juga :  Beri Presiden Jaket, Eunike : Karena Bapak Presiden Stylish

Mereka menjadi mentor bagi teman-temannya, menciptakan suasana belajar yang lebih akrab, tanpa ada rasa malu atau takut.

“Di dalam masjid itu, tidak ada lagi status napi kriminal atau mantan pecandu. Semua duduk sejajar, sama-sama belajar, sama-sama berharap bahwa ketika pintu penjara terbuka, mereka akan keluar sebagai pribadi yang berbeda,” jelasnya.

Metode yang digunakan sangat mendasar. Dimulai dari Iqra untuk mereka yang bahkan tak mengenal huruf Arab sama sekali.

Dengan sabar, mereka mengeja setiap huruf, membentuk kata, hingga akhirnya mampu melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan lancar.

“Bagi mereka, ini bukan sekadar pembelajaran agama, tapi juga perjalanan menemukan diri sendiri. Ada yang dulunya kehilangan arah, tersesat dalam gelapnya kehidupan, kini menemukan harapan dalam lembaran-lembaran kitab suci,” ungkapnya.

Program ini memiliki target ambisius: 100 persen warga binaan Rutan Sumenep bisa membaca Al-Qur’an sebelum mereka bebas.

Baca Juga :  Pagi Ceria yang Berbeda, SDN Pakandangan Sangra Sulap Upacara Jadi Ruang Ekspresi Siswa

Bukan sekadar bisa membaca, tapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, agar kelak mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.

“Kami ingin mereka keluar dari sini membawa cahaya, bukan lagi bayangan kelam dari masa lalu mereka,” pungkas Ridwan.

Di balik jeruji, mereka mungkin kehilangan kebebasan fisik. Tapi di dalam hati, mereka sedang menemukan kebebasan yang lebih hakiki kebebasan dari gelapnya masa lalu, menuju cahaya kehidupan yang lebih baik.

Sumenep kini tak hanya memiliki rutan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai rumah bagi jiwa-jiwa yang tengah mencari jalan pulang.(REDJAVA***)*

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU