JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di balik jeruji besi, harapan tak pernah pudar. Senin (10/2/2025) menjadi momen yang menghangatkan hati bagi para warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Sumenep.
Organisasi Aisyiyah Sumenep bersama Yayasan Syakirah Ramadhan hadir membawa cahaya dengan membagikan Al-Qur’an dan menggelar tausiyah keagamaan.
Sebanyak 50 mushaf Al-Qur’an diberikan kepada warga binaan sebagai bentuk dukungan spiritual selama mereka menjalani masa pembinaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan sekadar buku suci, tetapi sebuah harapan baru agar mereka dapat menemukan ketenangan batin dan memperdalam nilai-nilai agama dalam perjalanan introspeksi diri.
Dalam tausiyah yang disampaikan oleh seorang ustadzah dari Aisyiyah Sumenep, ditekankan bahwa Al-Qur’an bukan hanya bacaan, melainkan pedoman hidup yang mampu membawa seseorang kembali ke jalan yang benar.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam perjalanan hidup. Mari manfaatkan momen ini untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan isinya, hingga dapat menuntaskan khatam 30 juz selama bulan Ramadhan,” pesannya dengan penuh harap.
Sementara Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai, pembinaan keagamaan menjadi elemen penting dalam proses rehabilitasi warga binaan, agar mereka tidak sekadar menjalani hukuman, tetapi juga mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Aisyiyah dan Yayasan Syakirah Ramadhan. Ini bukan hanya sekadar pemberian Al-Qur’an, tetapi juga bentuk nyata dari dukungan moral dan spiritual bagi warga binaan,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2/25).
Suasana haru terasa ketika para warga binaan menerima Al-Qur’an di tangan mereka. Beberapa dari mereka mengungkapkan rasa syukur, merasa dihargai dan tidak dilupakan oleh masyarakat di luar sana.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para warga binaan dapat lebih istiqamah dalam membaca dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Bagi mereka, bulan Ramadhan nanti bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga momen refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya. (REDJAVA****)










