JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi, S.H.,M.H menginginkan para petani untuk menjadi peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), sebagai upaya meringankan beban saat musim tanam terjadi gagal panen dan bencana alam.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep Ra Fauzi saat mengunjungi masyarakat terdampak banjir di Desa Sinder Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Kamis (05/01/2003).
“Para petani hendaknya mengikuti program AUTP, karena beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep rawan terjadi banjir meskipun tidak terjadi setiap tahunnya, namun perlu kewaspadaan saat musim tanam dalam bentuk asuransi,” kata Bupati kepada sejumlah awak media.
Sekarang ini, hanya sebagian petani sebagai peserta AUTP, contohnya di Desa Sendir Kecamatan Lenteng dari luas lahan pertanian 69 hektar terdampak banjir, ternyata hanya seluas 10 hektar saja yang telah mengikuti asuransi usaha tani padi tersebut.
“Karena itulah, petani yang belum menjadi peserta AUTP untuk mengikuti program itu, supaya jika terjadi bencana alam pada musim tanam tidak menanggung kerugian yang sangat besar,” terangnya.
Bupati Sumenep Ra Fauzi mengungkapkan, AUTP preminya sebesar Rp180 ribu perhektarnya, namun para petani hanya menanggung biaya Rp36 ribu perhektar setiap musim tanam, mengingat sisa Rp144 ribu menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, telah mengimbau petani yang tergabung dalam kelompok tani untuk ikut AUTP,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, S.STP, M.Si menerangkan bahwa petani untuk bergabung dalam kelompok tani selanjutnya ikut AUTP, agar apabila terjadi bencana alam saat musim tanam, bisa secepatnya memperoleh ganti rugi.
“Jadi asuransi ini untuk melindungi petani jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti banjir, kekeringan, terkena hama dan penyakit yang menyebabkan kerusakan tanaman padi,” pungkas Arief. (REDJAVA/HUMAS)










