JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepemimpinan Bupati Sumenep, Dr. H. Ahmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., kembali mendapat sorotan positif.
Di periode keduanya, Fauzi dinilai semakin menunjukkan keberpihakan nyata pada rakyat, khususnya masyarakat kepulauan yang selama ini haus akan perhatian dan keadilan pembangunan infrastruktur.
Salah satu bentuk dukungan kuat datang dari sosok advokat sekaligus aktivis kepulauan, Ahmad Supiyadi, S.H., M.H. Dikenal sebagai lawyer “single fighter” yang vokal dan kritis, Supiyadi justru menyatakan sikap mendukung penuh kepemimpinan Bupati Fauzi karena dinilai responsif terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemimpin seperti ini yang layak didukung sepenuh hati. Tidak alergi terhadap kritik, tidak abai, tapi justru responsif dan mau mengakomodir masukan demi kepentingan masyarakat luas. Terutama masyarakat kepulauan yang selama ini merasa jauh dari perhatian,” kata Supiyadi, Selasa (22/04/2025).
Dalam pandangannya, infrastruktur menjadi isu sentral bagi masyarakat kepulauan. Jalan-jalan yang rusak parah, akses transportasi yang terbatas, dan kesenjangan pembangunan menjadi pekerjaan rumah besar.
Namun, Supiyadi menilai, di bawah komando Fauzi, ada semangat baru untuk menjawab tantangan itu secara konkret.
“Saya justru semakin mantap mendukung kebijakan dan program-program beliau di periode kedua ini. Semangat beliau membangun dari pinggiran sangat terasa. Kepulauan tak lagi jadi anak tiri,” sambungnya.
Supiyadi menambahkan, sebagai warga sekaligus pegiat hukum yang sering turun langsung ke lapangan, dirinya menyaksikan geliat pembangunan yang makin merata.
Jalan-jalan mulai disentuh, jembatan diperbaiki, dan program strategis untuk kepulauan terus digulirkan.
“Bismillah, insyaAllah beliau akan terus melayani sepenuh hati. Kita doakan beliau selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai Bupati Sumenep,” pungkasnya.
Dukungan dari figur seperti Ahmad Supiyadi menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Fauzi tak berjalan sendiri.
Kritik tetap ada, tapi apresiasi dan dukungan tulus seperti ini menjadi energi positif untuk mendorong percepatan pembangunan yang adil dan berkeadilan, dari daratan hingga kepulauan. (REDJAVA****)








