JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kejadian tak biasa terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, pada Minggu sore (13/7/2025). Sebuah tali bendera merah putih tersangkut di ketinggian tiang dan tidak bisa dijangkau oleh warga.
Tak ingin bendera dibiarkan menggantung tak sempurna, seorang warga bernama Mas Agil pun menghubungi layanan tanggap darurat SiLaPor 112.
Laporan masuk ke Command Center Sumenep pada pukul 16.49 WIB. Menyikapi laporan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumenep segera menerjunkan tim penyelamat ke lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabid Damkar Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, saat dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa evakuasi berjalan cepat dan lancar tanpa kendala berarti.
“Kami menerima laporan dari warga bahwa tali bendera tersangkut di atas dan sulit diambil secara manual. Karena menyangkut simbol negara, ini bukan sekadar tali, tapi lambang kehormatan yang tidak boleh dibiarkan,” ujar Sugiyanto, Minggu (13/07/2025).
Petugas Damkar datang lengkap dengan perlengkapan panjat ringan dan pengaman. Dalam waktu singkat, mereka berhasil menurunkan tali tersebut dan mengembalikan posisi bendera seperti semula.
Sugiyanto menambahkan, pihaknya tak hanya fokus pada penanganan kebakaran, namun juga menjalankan misi kemanusiaan dan penyelamatan dalam berbagai bentuk. Setiap laporan yang masuk melalui 112 akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.
“Tugas Damkar tak sebatas padamkan api. Ada banyak kasus evakuasi non-kebakaran yang kami tangani. Dari ular masuk rumah, sarang lebah, hingga insiden seperti tali bendera ini,” pungkasnya. (REDJAVA****)








