BRIDA Rekomendasikan Strategi Terpadu Penanganan Banjir, PUTR Sumenep Siap Gas Pol Normalisasi hingga Kampung Tangguh

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Dedi Falahuddin, S.T., M.T.,

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Dedi Falahuddin, S.T., M.T.,

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya penanganan banjir di Kabupaten Sumenep kini memasuki babak baru. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep secara resmi merilis Matriks Intervensi Terpadu sebagai rekomendasi kebijakan strategis dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi, khususnya di kawasan perkotaan dan wilayah cekungan.

Dokumen policy brief tersebut memetakan sejumlah langkah prioritas mulai dari normalisasi saluran, pembangunan kolam retensi dan sumur resapan, penguatan koordinasi lintas OPD, hingga pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

Seluruh intervensi disusun berbasis urgensi dan dampak, dengan target utama menekan genangan air, mempercepat respons, serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kadis PUTR melalui Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dedi Falahuddin, S.T., M.T., menyambut positif rekomendasi BRIDA tersebut dan menilai dokumen itu sebagai arah kebijakan yang sangat dibutuhkan daerah.

Baca Juga :  Silaturahmi ke Ponpes Al Karimiyyah Beraji, Kapolres Sumenep Ajak Ulama Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

“Rekomendasi dari BRIDA ini sangat komprehensif dan menjawab persoalan banjir secara menyeluruh. Ini bukan sekadar solusi teknis, tetapi peta jalan kebijakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” kata Dedi Falahuddin kepada media ini, Jumat (30/01/2026).

Menurutnya, salah satu intervensi dengan urgensi tinggi adalah normalisasi saluran Sarokah–Marengan–Patrean yang selama ini menjadi titik rawan genangan saat hujan lebat.

“Normalisasi saluran melalui pengerukan, pelebaran, dan rehabilitasi outlet menjadi langkah krusial karena dampaknya langsung terasa dalam mengurangi genangan di pusat kota,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembinaan ASN PPPK Kemenag Sumenep: Membangun Karakter Sejak Hari Pertama

Tak hanya itu, pembangunan kolam retensi dan sumur resapan di zona cekungan juga dinilai menjadi solusi jangka menengah yang efektif untuk meredam limpasan air saat puncak curah hujan.

“Penambahan ruang tampung air di wilayah cekungan akan sangat membantu mengendalikan debit limpasan. Ini penting agar air tidak langsung membebani saluran utama,” tambahnya.

Lebih jauh, Dedi menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral. Pembentukan Satgas Banjir lintas OPD dengan SOP terintegrasi dan dashboard data dinilai sebagai kunci penguatan respons cepat pemerintah daerah.

“Koordinasi lintas OPD harus diperkuat. Dengan SOP terintegrasi dan sistem data yang terpadu, penanganan banjir bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur,” tegas Dedi Falahuddin.

Baca Juga :  Atas Capaian Vaksinasi PMK Terbanyak se-Jawa Timur, DKPP Kabupaten Sumenep Raih Penghargaan

Selain aspek struktural dan kelembagaan, policy brief BRIDA juga menyoroti pentingnya pengendalian tata ruang melalui overlay zoning dan moratorium pembangunan di zona rawan, serta pemanfaatan sistem monitoring berbasis IoT dan early warning system.

Tak kalah penting, pendekatan berbasis masyarakat melalui program Kampung Tangguh Banjir dipandang sebagai fondasi ketahanan jangka panjang.

“Edukasi, simulasi, dan pelatihan warga menjadi elemen vital. Ketika masyarakat siap dan paham risiko, dampak banjir bisa ditekan secara signifikan,” tandasnya.

Dengan rekomendasi kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan mampu mempercepat transformasi penanganan banjir dari pola reaktif menuju sistem yang preventif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. (REDJAVA/$$$)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU