JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep memaksimalkan seluruh sumber daya untuk memastikan kesiapsiagaan di 69 desa yang masuk kategori rawan bencana.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, maupun gelombang tinggi di wilayah pesisir.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sumenep Ach Laily Maulidy menyampaikan pemantauan lapangan dilakukan secara menyeluruh mulai dari akses transportasi, titik-titik rawan longsor, hingga kawasan pantai yang berpotensi terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memastikan tim BPBD bersama perangkat desa sudah bergerak melakukan pendataan detail sekaligus menyiapkan jalur distribusi bantuan darurat agar bisa diakses kapan pun dibutuhkan,” ujarnya kepada media ini, Kamis (14/08/2025)
Lebih lanjut disampaikan, penyiapan logistik menjadi prioritas utama. Berbagai kebutuhan vital mulai dari bahan pangan, air bersih, perlengkapan kesehatan, hingga peralatan evakuasi telah ditempatkan di sejumlah titik strategis.
“Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi bantuan dapat dilakukan cepat dan merata tanpa harus menunggu pengiriman dari gudang pusat,” terangnya.
Koordinasi lintas instansi juga digencarkan. BPBD melibatkan TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta perangkat desa untuk membangun sistem siaga terpadu. Dengan pola ini, setiap potensi ancaman dapat direspons secara cepat dengan pembagian tugas yang jelas di lapangan.
Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya soal menunggu kejadian, melainkan juga memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir dan sigap melindungi warganya.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Semua prosedur sudah disiapkan, jalur evakuasi sudah dipastikan aman, dan seluruh personel dalam posisi siaga penuh. Begitu ada tanda bahaya, seluruh mekanisme penanganan akan langsung berjalan,” tandasnya. (REDJAVA****)








