JAVANETWORK.CO.ID.PAMEKASAN – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lifeskill Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep kembali menggelar pelatihan tata boga bagi masyarakat Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pandan itu dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan diikuti sebanyak 20 peserta dari kalangan ibu-ibu masyarakat setempat. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang difokuskan pada penguatan keterampilan ekonomi produktif sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.
Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BNN, pengarahan dari Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Sumenep, hingga doa bersama.
Pada hari ketiga ini, peserta mendapatkan materi praktik pembuatan berbagai produk makanan yang memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha rumahan. Instruktur tata boga, Alfi Kurniati, memandu langsung proses demonstrasi sekaligus praktik kelompok.

Beberapa menu yang dipraktikkan di antaranya pembuatan kue tart, kuping gajah, keripik ikan, dan klepon. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, di mana peserta tidak hanya belajar teknik pengolahan makanan, tetapi juga cara penyajian produk yang menarik.
Ketua Tim (Katim) P2M BNNK Sumenep mengatakan pelatihan hari ketiga tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang produktif dan mandiri.
“Di hari ketiga ini kami melihat semangat peserta semakin tinggi. Harapannya, keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal usaha sehingga masyarakat memiliki aktivitas positif dan ekonomi keluarga semakin meningkat,” ujar dia disela kegiatan.
Ia menegaskan, program pelatihan lifeskill menjadi salah satu strategi BNN dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi.
Sementara itu, Instruktur pelatihan, Alfi Kurniati, juga mengapresiasi semangat belajar para peserta yang dinilai cepat memahami materi dan aktif saat praktik berlangsung.

“Peserta sangat antusias. Produk yang dibuat hari ini memiliki peluang usaha yang cukup baik apabila dikembangkan secara serius sebagai usaha rumahan maupun UMKM,” katanya.
Sementara itu, Camat Galis yang hadir dalam penutupan kegiatan memberikan apresiasi terhadap program pelatihan yang dilaksanakan BNNK Sumenep. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena mampu memberikan keterampilan nyata bagi masyarakat desa.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya ibu-ibu, agar memiliki kemampuan tambahan yang bisa menunjang ekonomi keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih positif,” ungkapnya.
Kegiatan hari ketiga ditutup dengan sesi review hasil praktik masing-masing kelompok peserta. Penutupan dilakukan oleh Ketua Tim P2M BNNK Sumenep dan disaksikan langsung oleh Camat Galis serta Kepala Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. (REDJAVA****)












