JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Kamis (14/8), menjadi pusat perhatian para pengurus dan perwakilan majelis taklim dari berbagai kecamatan.
Mereka berkumpul dalam agenda Evaluasi Kelompok Kerja Majelis Taklim yang digelar Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran strategis majelis taklim sebagai lembaga pendidikan nonformal berbasis keagamaan yang berkontribusi nyata dalam penguatan moderasi beragama dan peningkatan pemahaman keislaman di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Sumenep, Muh. Mabrur, menegaskan bahwa eksistensi kelompok kerja (Pokja) majelis taklim tidak boleh hanya menjadi formalitas kelembagaan, melainkan harus berfungsi sebagai motor penggerak pembinaan umat di tingkat akar rumput.
“Evaluasi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan sinergi antara Kemenag dan majelis taklim dalam menjalankan fungsi edukasi dan dakwah yang ramah, inklusif, dan mencerahkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan yang berkesinambungan menjadi kunci agar program-program majelis taklim berjalan lebih efektif, terukur, dan sesuai regulasi.
“Dengan demikian, majelis taklim dapat menjadi benteng moral sekaligus sumber inspirasi umat di tengah dinamika kehidupan modern. Kami berharap pertemuan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut sebagai agenda rutin. Majelis taklim membutuhkan ruang diskusi dan evaluasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” tutupnya.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan Pokja majelis taklim di Kabupaten Sumenep semakin solid, profesional, dan siap menjadi garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus memperkuat moderasi beragama di masyarakat. (REDJAVA****)








