Berikut Kronologis Anak Kecil Dibogem Takmir Mushollah di Desa Kertasada

- Redaksi

Sabtu, 6 April 2024 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penganiayaan Kepada Anak Kecil

Ilustrasi Penganiayaan Kepada Anak Kecil

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Lantaran lambat iqomah shalat terawih, Navil (10). Anak kecil yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dibogem takmir Mushallah Baitul Khotijah RT.05 RW.03, Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sabtu (06/04/24).

Masjina, orang tua dari anak tersebut mengatakan, Awal kronologis bermula, saat takmir Mushallah Baitul Khotijah menyuruh kepada Anaknya untuk segera melakukan iqomah Shalat Tarawih.

Kemudian, pada saat anaknya melakukan iqomah shalat tarawih di Mushollah itu, dalam waktu bersamaan token listrik mushollahnya habis atau mati. Dianggap tidak mendengarkan instruksinya. Navil anak laki-laki yang masih berusia 10 th langsung menerima Bogeman mentah dan ucapan yang tidak pantas dilakukan dari seorang takmir.

“Anak saya dipukul takmir tersebut lantaran dianggap tidak mendengarkan perintahnya mas, padahal saat anak saya sedang iqomah lampunya padam atau tidak ada token listriknya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59

“Bahkan anak saya dikatakan kopok (tuli) oleh takmir itu,” tambahnya.

Merasa tidak terima karena anaknya dianiaya dengan alesan yang tidak jelas, Masjina, orang tua dari korban itu langsung mendatangi takmir di mushallah tersebut.

“Saya datangi mas bersama orang tua saya ke takmir itu, dan orang tua saya rame di sana karena tidak terima cucunya dipukul dengan sebab yang tidak jelas,” ungkapnya.

Adanya kejadian itu, orang tua korban berharap agar tidak terjadi lagi kepada anaknya dan orang lain. Karena menurutnya, Mushallah itu adalah tempat untuk beribadah dan bukan untuk melakukan tindakan kekerasan.

Baca Juga :  Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Silaturahim dan Buka Puasa Bersama Insan Media

“Mushallah itu tempat beribadah mas, bukan tempat kekerasan, jadi saya berharap agar peristiwa ini tidak terjadi lagi kepada anak saya dan orang lain,” tutupnya.

Sampai berita ini terbit, pewarta masih belum sempat konfirmasi kepada Takmir Mushallah tersebut, dikarenakan keterbatasan akses. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU