JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dua perempuan mengalami luka-luka setelah terjatuh saat melintas di Jembatan Bringsang yang ambrol akibat hujan dengan intensitas tinggi. Insiden yang terjadi pada Jumat siang itu mengakibatkan sepeda motor korban mengalami kerusakan berat. Jembatan yang menjadi akses utama menuju Desa Aenganyar kini berada dalam kondisi kritis dan tidak layak dilalui.
Ambrolnya sebagian badan jembatan diduga kuat dipicu oleh curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir, yang menyebabkan erosi di bawah struktur jembatan. Warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama sebelum korban dievakuasi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Tak lama setelah laporan diterima, Camat Giligenting Abd. Said, S.Sos., M.Si, bersama Sekcam Akhmad Hidayat, ST., MM, serta unsur TNI–Polri langsung meninjau lokasi kerusakan. Kehadiran lintas unsur tersebut untuk memastikan keselamatan warga serta memantau kebutuhan penanganan darurat di lapangan.
Camat Abd. Said menyampaikan rasa prihatin dan mengingatkan bahwa kondisi jembatan memang telah melemah akibat faktor cuaca ekstrem. “Kami sangat prihatin atas musibah ini. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mempercepat kerusakan hingga jembatan ambrol. Keselamatan warga selalu menjadi prioritas kami,” kata Said saat dikonfirmasi, Jum’at (05/12/2025).

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah kabupaten telah dilakukan agar proses penanganan dapat segera dimulai. “Kami sudah berkomunikasi langsung dengan Dinas PU. Penanganan darurat harus dilakukan sesegera mungkin karena jembatan ini merupakan akses vital warga untuk aktivitas penting,” ujarnya.
Sementara itu, Sekcam Akhmad Hidayat, ST., MM menjelaskan bahwa tim dari Dinas Pekerjaan Umum segera turun ke lokasi begitu menerima laporan. “Tim teknis dari PU sudah berada di lapangan untuk melakukan pengecekan struktur jembatan. Kami berharap langkah darurat bisa segera diterapkan agar mobilitas warga tidak terhambat total,” katanya.
Kehadiran unsur TNI–Polri dalam peninjauan juga bertujuan memastikan keamanan area sekitar jembatan, termasuk mengatur arus lalu lintas serta mencegah warga melintas di area yang sudah tidak aman.
Jembatan Bringsang sendiri merupakan jalur vital bagi masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga distribusi logistik. Dengan kondisi jembatan yang kini tidak memungkinkan untuk dilalui, warga diimbau menggunakan jalur alternatif meskipun jaraknya lebih jauh.
Pemerintah kecamatan menegaskan bahwa penanganan segera sangat diperlukan mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga potensi kerusakan susulan harus diantisipasi. (REDJAVA****)












