JAVANETWORK.CO.ID.BANYUWANGI – Direktur Naghfir’s Institute Study, Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn., melakukan kunjungan studi intensif ke Rumah Kopi Banyuwangi untuk mendalami ilmu perkopian secara komprehensif, mulai dari proses penanaman hingga pengolahan kopi berkualitas tinggi.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya serius memperkuat literasi dunia kopi sebagai entitas budaya, ekonomi, dan identitas kebangsaan. Dr. Naghfir menelusuri langsung proses kopi dari hulu ke hilir dari kebun, panen, pascapanen, hingga tahapan roasting.
“Kopi tidak boleh dipahami hanya sebagai produk konsumsi. Ia adalah hasil peradaban panjang yang dimulai dari tanah, keringat petani, hingga nilai yang sampai ke meja masyarakat,” kata Dr. Naghfir, Sabtu (28/12).
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Naghfir mempelajari sejumlah metode pengolahan kopi yang menentukan karakter rasa dan kualitas, di antaranya olah kering, olah basah, serta wine process robusta yang kini semakin diminati pasar.
Ia juga menelaah keunikan varietas kopi Nusantara seperti kopi luwak, kopi lanang, dan arabika sebagai kekayaan genetik dan kultural Indonesia.

Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap tahapan produksi kopi merupakan kunci untuk menjaga mutu sekaligus meningkatkan daya saing kopi lokal di tengah arus industri global.
“Jika kita ingin kopi Indonesia berdaulat di negerinya sendiri, maka literasi kopi harus diperkuat. Mulai dari petani, pengolah, hingga penikmat kopi,” tegasnya.
Lebih jauh, Dr. Naghfir menekankan bahwa kopi memiliki peran strategis sebagai medium sosial yang melintasi batas daerah, kelas, dan latar belakang.
“Kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah bahasa kebudayaan, ruang perjumpaan, dan penyambung Nusantara dari satu daerah ke daerah lain,” pungkasnya.
Ia berharap, pengembangan literasi dunia kopi dapat mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan ekosistem kopi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menempatkan kopi sebagai bagian penting dari narasi besar ekonomi rakyat Indonesia. (REDJAVA****)












