JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Hujan deras disertai angin kencang mengguncang Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, pada 11 Desember 2024. Akibatnya, atap rumah Jailani, 50 tahun, warga setempat, ambruk dan membuat hunian keluarganya tidak layak ditempati. Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Desa Pabian, Zulfikar Ali Musakim, SE, melalui surat resminya tertanggal 13 Januari 2026, melaporkan bahwa rumah Jailani mengalami kerusakan berat dan membutuhkan bantuan segera. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Dinas Sosial dan P3A serta BPBD Kabupaten Sumenep, sebagai dasar penanganan bencana dan pemberian bantuan.
Menindaklanjuti laporan resmi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumenep bergerak cepat melalui program “Sumenep Peduli Bantuan Rumah Layak Huni (RTLH) 2026”. Bantuan diserahkan secara langsung kepada Jailani, lengkap dengan dokumen administrasi dan papan penanda sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hadir bukan hanya untuk memperbaiki bangunan, tapi juga memberikan rasa aman dan harapan bagi warga yang terdampak. Bantuan ini adalah bukti nyata bahwa zakat dapat meringankan beban masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar perwakilan BAZNAS Kabupaten Sumenep saat menyerahkan bantuan.

Sebelum menerima bantuan, kondisi rumah Jailani sangat memprihatinkan. Dinding rumah mulai retak, atap banyak yang rusak, dan ruang keluarga tidak lagi aman untuk ditempati. Keluarga Jailani, yang terdiri dari lima orang, terpaksa mengatur tempat tidur dan aktivitas sehari-hari di sudut-sudut rumah yang tersisa aman. Kehadiran bantuan dari BAZNAS menjadi angin segar bagi keluarga tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Rumah saya kini bisa diperbaiki, dan keluarga saya dapat tinggal dengan aman dan nyaman. Bantuan ini benar-benar meringankan beban kami,” ungkap Jailani saat menerima bantuan.
Program Sumenep Peduli menunjukkan kolaborasi efektif antara pemerintah desa dan lembaga pengelola zakat dalam menangani dampak bencana. Dengan langkah cepat ini, Jailani kini dapat menempati rumah yang aman dan layak huni, sekaligus memiliki kehidupan sehari-hari yang lebih tenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja. Respon cepat dari pemerintah dan lembaga sosial menjadi kunci untuk melindungi warga dan memastikan hak mereka atas hunian yang layak terpenuhi. Dari Desa Pabian, pesan kepedulian tersampaikan: zakat dan bantuan sosial dapat menghadirkan harapan nyata bagi warga terdampak bencana. (REDJAVA/$$$)








