JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Upaya memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis nilai keagamaan. Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, melakukan silaturahmi ke kediaman Takmir Masjid Jamik Sumenep, Husein Satriawan, Selasa (20/1/2026).
Kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut turut didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Sumenep. Silaturahmi ini menjadi langkah strategis Rutan Sumenep dalam membangun sinergi dengan tokoh keagamaan sekaligus memperkuat kolaborasi pembinaan warga binaan berbasis spiritual dan sosial kemasyarakatan.
Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa masjid memiliki peran penting sebagai pusat pembinaan moral dan karakter, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan.
“Pembinaan warga binaan tidak cukup hanya dilakukan di balik tembok rutan. Kami membutuhkan dukungan dan sinergi dari tokoh agama serta pengelola masjid agar pembinaan kepribadian dan spiritual mereka berjalan lebih optimal,” ujar Aditya Wahyu Rahmadani.
Menurutnya, kolaborasi dengan Masjid Jamik Sumenep selama ini telah memberikan dampak positif, terutama dalam membentuk sikap disiplin, empati sosial, serta kepedulian warga binaan terhadap lingkungan sekitar.
Selain pembinaan keagamaan, sinergi ini juga diarahkan untuk keberlanjutan berbagai kegiatan bakti sosial, seperti program bersih-bersih masjid yang rutin melibatkan warga binaan Rutan Sumenep. Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana pembelajaran sosial sekaligus bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya berubah secara pribadi, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan sosial bersama Masjid Jamik, mereka belajar tentang tanggung jawab, kebersamaan, dan nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Rutan Sumenep berkomitmen menghadirkan pola pembinaan yang inklusif dan berkelanjutan melalui komunikasi serta koordinasi aktif dengan berbagai elemen masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat proses reintegrasi sosial warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat. (REDJAVA/$$$)










