JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali membuka jalan bagi generasi muda untuk unjuk potensi dan menjadi wajah baru promosi pariwisata daerah.
Melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), tahap audisi awal Pemilihan Duta Wisata Kacong Cebbing 2025 resmi dimulai, Senin (16/6), bertempat di Aula Hotel Azmi Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahun ini, semangat kompetisi dan dedikasi terlihat jelas sejak awal. Sebanyak 41 peserta muda terdiri dari 18 Kacong (laki-laki) dan 23 Cebbing (perempuan) berhasil lolos seleksi administratif dan tampil dalam audisi awal.
Mereka adalah pemuda-pemudi terbaik dari berbagai kecamatan, yang datang tak hanya dengan penampilan menarik, tapi juga membawa semangat mengabdi bagi budaya dan pariwisata lokal.

“Kami mencari figur muda yang bukan hanya percaya diri di atas panggung, tapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami kearifan lokal, dan sanggup menjadi duta yang mampu membawa nama baik Sumenep ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Andri Zulkarnain, Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep kepada media ini, Senin (16/06/2025).
Andri menegaskan bahwa proses seleksi tidak hanya berfokus pada aspek visual atau kepribadian, melainkan menilai secara menyeluruh: wawasan budaya, kematangan komunikasi, serta komitmen peserta dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

“Dari tahap audisi ini, sebanyak 24 finalis akan dipilih untuk menjalani masa karantina intensif,” jelasnya.
Selama karantina, mereka akan mendapatkan pembekalan materi penting seperti public speaking, etika kepribadian, kepariwisataan, dan wawasan kebudayaan sebagai bekal tampil di ajang Grand Final.

Andri menambahkan, pemilihan Kacong Cebbing bukanlah kegiatan seremonial biasa, melainkan sebuah investasi sosial untuk membentuk duta muda yang memiliki nilai lebih di tengah dinamika pariwisata modern.
Melalui seleksi ketat dan pelatihan intensif, para finalis diharapkan menjadi ikon generasi muda yang membanggakan dan siap bersaing di tingkat nasional.

“Ini adalah ruang pengkaderan generasi kreatif dan cakap yang akan memikul misi besar: mengenalkan keindahan dan kekayaan budaya Sumenep ke dunia luar,” pungkas Andri, sapaan akrabnya. (REDJAVA****)









