JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah hiruk-pikuk perjalanan pulang para pemudik saat arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 H, sebuah kebanggaan lokal kini berdiri gagah di Pelabuhan Batuguluk Kangean. Bukan sekadar penjajakan barang, melainkan sebuah gerbang promosi yang memukau bagi kekayaan kuliner dan kerajinan asli Pulau Kangean.
Senin, 23 Maret 2026, menjadi hari bersejarah di mana Unit Layanan Zakat Membangun Keluarga Utama Bhakti Pemuda Desa (ULAZ MKU Bhapedes) mengubah wajah pelabuhan menjadi panggung promosi. Saat kapal Dharma Bahari Sumekar III bersiap membelah lautan menuju Pelabuhan Kalianget, aroma dan keindahan produk khas Kangean menyambut setiap penumpang yang melintas.
Dengan tampilan yang rapi dan higienis, deretan produk hasil bumi asli Kangean ini dipajang secara terbuka menggunakan kendaraan roda empat yang difungsikan sebagai lapak jualan keliling. Tampilannya yang elegan dan kemasannya yang modern seolah berbisik kepada setiap pembeli: produk lokal pun bisa tampil berkelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang membuatnya semakin istimewa? Harganya yang tetap bersahabat di kantong. Tanpa sekat pembatas, pembeli diberi kebebasan penuh untuk memilih, meneliti, dan menentukan oleh-oleh terbaik untuk keluarga di rumah. Setiap gigitan dan setiap barang yang dibeli adalah bukti nyata olah tangan kreatif warga lokal yang diolah secara rumahan namun dengan standar kebersihan yang tak main-main.
Di balik kesuksesan pembukaan stand ini, terdapat visi besar dari Icha, Manajer Pemasaran UMKM ULAZ MKU Bhapedes. Bagi Icha dan timnya, pelabuhan bukan sekadar tempat transit, melainkan panggung strategis untuk memperkenalkan identitas Kangean kepada dunia luar.
“Kami hadir di sini, di Pelabuhan Batuguluk, mulai hari ini dan akan terus berdiri selama arus balik berlangsung untuk wilayah timur. Informasi untuk titik penjualan di pelabuhan barat akan segera kami umumkan,” kata Icha kepada media ini.
Inisiatif ini lahir bukan dari kebijakan atas-bawah, melainkan dari kepedulian sekelompok pemuda desa yang ingin berbuat nyata. Berbentuk sebagai unit usaha di bawah naungan Baitul Maal KSPPS Bhapedes yang berpusat di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, misi mereka sangat jelas: menjadi wadah yang mengangkat derajat UMKM.
“Tujuan kami sederhana namun besar: memajukan dan memasarkan produk khas Kangean agar semakin dikenal. Ketika produk dikenal, pasar terbuka, dan ketika pasar terbuka, peluang usaha dan lapangan kerja pun tercipta untuk masyarakat,” ujarnya.
Namun, ULAZ MKU Bhapedes tidak berjalan sendiri. Mereka membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh pelaku UMKM di Kangean untuk tumbuh bersama. Melalui konsep Rumah UMKM, siapa pun yang memiliki produk unggulan dipersilakan menitipkan harapannya di sini.
“Insya Allah, kami siap menjadi tangan yang membantu memasarkan dan memperkenalkan produk lokal agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Mari tumbuh bersama, mari majukan UMKM Kangean,” ajak Icha dengan penuh harap.
Rumah UMKM ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan akan ekosistem pemberdayaan yang terstruktur. Lebih dari sekadar tempat pendampingan, ini adalah inkubator bagi kreativitas dan produktivitas.
“Kami berharap tempat ini menjadi jembatan ajaib yang membawa produk-produk unggulan Kangean menembus batas wilayah, melintasi pasar nasional, hingga mengukir nama di kancah global,” pungkasnya
Di tengah arus balik yang padat, cerita tentang semangat warga Kangean ini adalah berita hangat yang layak didengar. Ini bukan hanya tentang menjual oleh-oleh, ini tentang menjual harapan dan membangun masa depan ekonomi daerah yang lebih gemilang. (REDJAVA****)








