JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah terobosan monumental lahir di Kabupaten Sumenep! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi memperkenalkan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) sebagai pusat industri rokok pertama di Jawa Timur yang menawarkan fasilitas lengkap bagi pelaku usaha.
Inisiatif ini digadang-gadang akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Madura dan bahkan mampu bersaing di tingkat nasional.
Dalam sosialisasi yang digelar Rabu (26/2), Pemkab Sumenep menggandeng para calon tenant dan pelaku industri untuk mempercepat realisasi proyek ini.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, menegaskan bahwa APHT bukan sekadar fasilitas biasa, melainkan ekosistem industri yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan sektor rokok.
“Ini adalah peluang emas bagi pengusaha rokok lokal. Anda tidak perlu pusing memikirkan gudang, izin usaha, atau legalitas lainnya. Cukup datang dengan kelengkapan administrasi, dan kami siap memfasilitasi semuanya,” kata Ramli penuh optimisme.
Dukungan penuh terhadap APHT juga datang dari Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar.
Ia menyebut bahwa program ini merupakan yang pertama di Jawa Timur, bahkan menjadi model percontohan nasional.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini! Jika kita bersatu dan berkolaborasi, APHT akan menjadi pusat industri rokok yang tak hanya berjaya di Madura, tetapi juga mampu menembus pasar nasional,” ujar Dadang.
APHT sendiri berlokasi di Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, dan dikelola oleh BUMD PD Sumekar melalui Unit Pelaksana Tugas (UPT) yang telah dibentuk.
Pembangunan serta regulasi terkait APHT telah digarap sejak 2021, dan kini memasuki tahap finalisasi.
Dengan konsep one stop service, APHT menawarkan berbagai keunggulan, termasuk efisiensi produksi, legalitas terjamin, dan jaringan distribusi yang lebih luas.
Tak heran, inisiatif ini langsung menjadi buah bibir di kalangan pelaku industri rokok dan diharapkan mampu menarik minat investor besar.
Tak sekadar ambisi lokal, APHT digadang-gadang bakal menjadikan Madura sebagai poros utama industri rokok di Indonesia.
Dengan adanya kawasan khusus ini, para pengusaha tak lagi menghadapi kendala birokrasi yang berbelit dan bisa langsung fokus pada produksi serta ekspansi bisnis.
Antusiasme para pelaku usaha pun semakin membara. Banyak yang melihat APHT sebagai langkah revolusioner yang akan mengubah peta persaingan industri rokok di tanah air.
“Inilah momentum emas bagi pengusaha rokok lokal! Sumenep kini memiliki ekosistem industri yang siap melahirkan merek-merek rokok legendaris di masa depan,” ungkap salah satu calon tenant dengan penuh semangat. (REDJAVA****)











