JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gerakan moral dan pendidikan berbasis karakter digaungkan lantang oleh keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep. Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41, madrasah negeri unggulan ini mencatat sejarah baru dengan menyatakan diri sebagai Zona Bebas Bullying dan Perundungan, Rabu (23/07/2025).
Bertempat di halaman MAN Sumenep, kegiatan apel peringatan HAN menjadi momen bersejarah yang tak hanya menggugah kesadaran, tapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan perlindungan anak secara nyata. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa dengan penuh kesadaran dan komitmen bersama.
Puncaknya, sebanyak 1.329 orang, terdiri dari siswa, guru, dan tendik, membubuhkan tanda tangan dalam deklarasi bersama sebagai wujud nyata perlawanan terhadap segala bentuk perundungan di lingkungan madrasah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MAN Sumenep, H. Hairuddin, S.Pd., M.MPd., menegaskan bahwa langkah ini bukan sebatas simbolik. Ini adalah komitmen kolektif untuk mewujudkan ruang belajar yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak didik secara utuh—baik secara intelektual maupun emosional.
“Kami sadar bahwa madrasah harus menjadi tempat yang nyaman dan membahagiakan. Tidak boleh ada kekerasan verbal, fisik, ataupun psikologis di dalamnya. Hari ini, kami tegaskan bahwa MAN Sumenep adalah zona aman, bebas bullying, dan berpihak penuh pada hak-hak anak,” ujar Hairuddin dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan seluruh peserta apel.
Deklarasi ini sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional 2025 yang mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Tak sekadar menggugah, gerakan ini juga diharapkan menjadi teladan bagi lembaga pendidikan lain, baik di Sumenep maupun secara nasional.
“Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan program anti-bullying ke dalam kegiatan madrasah secara berkelanjutan, melalui penguatan bimbingan konseling, pembinaan karakter, serta forum dialog siswa yang bersifat partisipatif dan edukatif,” tegasnya
Kegiatan ini tidak hanya mendapat apresiasi dari internal madrasah, tetapi juga mulai ramai diperbincangkan di media sosial dan lingkungan masyarakat Sumenep. Banyak yang menilai langkah MAN Sumenep ini patut ditiru sebagai model sekolah/madrasah ramah anak dan bermartabat.
Dengan semangat gotong royong dan integritas tinggi, MAN Sumenep sekali lagi membuktikan diri sebagai madrasah yang tak hanya unggul dalam prestasi akademik, tapi juga menjadi pionir gerakan pendidikan yang beradab dan berpihak pada masa depan anak-anak bangsa.
“Madrasah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat tumbuh dan berkembang dengan bahagia. Dari sini kita mulai.” – pungkas Hairuddin. (REDJAVA****)









