JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah berbagai tantangan dalam akses layanan kesehatan, ambulans gratis yang digagas oleh Anggota DPRD Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, kembali menjadi harapan bagi masyarakat. Kali ini, ambulans tersebut berperan penting dalam mengantarkan jenazah Mohammad Hafid Rahman (43), warga Kecamatan Kota Sumenep, yang wafat di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk dipulangkan ke kampung halamannya pada Jumat (28/3/2025).
Tanpa pungutan biaya sepeser pun, ambulans milik politisi PDI Perjuangan ini bergerak dari Bandara Juanda Surabaya menuju Sumenep, memastikan keluarga almarhum dapat menerima kepulangan jenazah dengan layak dan tanpa beban finansial. Langkah ini bukan sekadar transportasi biasa, melainkan wujud nyata dari kepedulian sosial yang semakin langka di tengah masyarakat.
Sejak pertama kali beroperasi, layanan ambulans gratis ini telah menjadi solusi bagi ratusan warga yang membutuhkan akses cepat terhadap layanan kesehatan, baik dalam kondisi darurat maupun untuk pemindahan pasien ke rumah sakit di luar daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nia Kurnia Fauzi menegaskan, kehadiran ambulans ini bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan setiap warga Sumenep dapat memperoleh layanan kesehatan dengan mudah dan tanpa kendala biaya.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang ekonomi, bisa mendapatkan pertolongan medis tepat waktu. Tidak boleh ada warga yang terhambat akses kesehatannya hanya karena biaya transportasi,” ujar Nia kepada wartawan, Jumat (28/3/2025).
Komitmen ini juga didukung oleh tim medis profesional yang siap mendampingi setiap perjalanan ambulans, memastikan pasien mendapatkan perawatan yang optimal selama dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Program ini telah mendapat respons positif dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak warga yang telah merasakan langsung manfaat dari layanan ambulans gratis ini, termasuk keluarga Mohammad Hafid Rahman.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya layanan ini. Saat menghadapi situasi sulit seperti ini, kami benar-benar terbantu. Tanpa ambulans gratis ini, mungkin perjalanan membawa jenazah akan lebih rumit dan memakan biaya besar,” ungkap salah satu anggota keluarga almarhum.
Selain masyarakat, pihak rumah sakit dan tenaga kesehatan juga menyambut baik inisiatif ini. Layanan ambulans gratis dinilai membantu rumah sakit dalam menangani pasien yang harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, terutama ke Surabaya.
Lebih dari sekadar alat transportasi medis, keberadaan ambulans gratis ini telah mengubah cara pandang masyarakat tentang pentingnya layanan kesehatan yang cepat dan responsif.
Di tengah berbagai dinamika sosial dan politik, inisiatif seperti ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama masih menjadi nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat. Semakin luasnya dukungan terhadap program ini diharapkan mampu mendorong berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta, untuk turut serta dalam memperkuat layanan kesehatan di Sumenep.
Ambulans gratis Nia Kurnia Fauzi bukan sekadar kendaraan, tetapi simbol keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan. Seiring berjalannya waktu, program ini diprediksi akan terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat, menciptakan tren positif bahwa pelayanan kesehatan harus menjadi hak yang dapat diakses oleh semua orang, bukan sekadar fasilitas bagi mereka yang mampu. (REDJAVA****)








