JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Kesigapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep kembali menuai apresiasi. Bukan karena kobaran api, melainkan aksi cepat tanggap dalam menyelamatkan warga yang mengalami situasi darurat kali ini karena kunci mobil tertinggal di dalam kendaraan. Insiden tersebut terjadi di Jalan Adi Podai, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, tepatnya sebelum Hotel Kangen dari arah Pasar Anom.
Laporan masuk ke layanan pusat panggilan darurat SiLaPor 112 pada Sabtu malam, 12 Juli 2025, pukul 23.35 WIB. Seorang warga bernama Bapak Dias melaporkan bahwa kunci mobil Grand Max warna putih miliknya terkunci di dalam mobil.
Tim Damkar langsung bergerak cepat ke lokasi. Meski bukan kejadian kebakaran, personel tetap menerapkan SOP penyelamatan dengan peralatan khusus tanpa merusak bodi kendaraan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Petugas kami tiba di lokasi dalam waktu singkat dan berhasil membuka kendaraan dengan aman. Tidak ada kerusakan, dan kunci berhasil dievakuasi,” ungkap Kabid Damkar Sumenep, Sugiyanto, mewakili Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Sumenep, kepada media ini, Minggu (13/07/2025).
Menurut Sugiyanto, kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi. Pihaknya kerap menerima permintaan bantuan evakuasi non-kebakaran, mulai dari pelepasan cincin di jari warga, penyelamatan hewan, hingga kejadian kunci kendaraan yang tertinggal.
“Kami hadir tidak hanya untuk memadamkan api, tapi juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam berbagai situasi darurat lainnya. Ini bagian dari komitmen pelayanan publik,” tambahnya.
Sugiyanto juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan kendaraan, terutama memastikan kunci tidak tertinggal sebelum menutup pintu mobil.
Langkah cepat dan tanggap dari Damkar Sumenep ini dinilai sebagai cerminan pelayanan publik yang semakin responsif dan humanis membuat kehadiran negara benar-benar terasa di tengah masyarakat.
“Sebab bagi kami (Damkar Sumenep), tidak ada istilah “bukan tugas kami” ketika panggilan kemanusiaan datang. Di saat yang lain tertidur, mereka tetap terjaga untuk masyarakat,” pungkas Sugik sapaan akrabnya. (REDJAVA****)










