JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Dengan bertambahnya 4 tersangka dari Polda Metrojaya kasus ikut serta dugaan perencanaan pembunuhan Brigadir J, dengan diduga Aktor Intelektualnya Irjen Pol Ferdy Sambo mantan Kadiv Propam, semakin membuat Polri membuka diri, tranparansi dalam perkara ini, bahkan dianggap Ketua Umum Fast Respon (FRN) Agus Flores bahwa hal ini merupakan sejarah terbaru dunia kepolisian di Indonesia.
” Dan hal itu terjadi ditahun 2022, ada apa ditahun 2022 ini,” tegas Ketum FRN Agus Flores
Aguspun mengatakan bahwa sejarah berdirinya Indonesia diangka 2022 ini dunia Kepolisian mengalami goncangan hebat, adanya dugaan perencanaan pembunuhan dengan melibatkan oknum Internal Polri, sehingga sekarang ini sorotan masyarakat pada Institusi kepolisian.
” Tiap hari masyarakat tertuju melihat perkembangan kasus dugaan perencanaan pembunuhan ini, ” ujar Agus, Minggu (14/08/2022).
Kecanggihan dunia teknologi media sosial, mau tidak mau lembaga Kepolisian lebih terbuka, dan transparansi terhadap perkembangan perkara ini Pembunuhan Brigadir J.
” Sekarang ini yang diuji, Kapolri, Kabareskrim dan Kadiv Propam yang baru untuk menyelesaikan masalah ini, hingga tuntas.” tegasnya.
Dimana, menurut Agus , mau tidak mau Institusi tersebut Transparan dalam menangani perkara tersebut. (REDJAVA/FRN****)












