JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Usai mendatangi Mapolres Sumenep dan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. Aliansi Aktivis Perempuan (AAP) yang tergabung dari berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan di Kabupaten Sumenep, kini menggelar audensi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep.
Bertempat di Aula Kantor Dinsos P3A Kabupaten Sumenep. Kedatangan Srikandi tersebut dalam rangka memaparkan dan menindaklanjuti beberapa kasus terhadap anak didik yang dinilai semakin mengkuatirkan dan mendesak Dinsos P3A untuk memberikan perhatian dan atensi khusus terhadap isu itu.
Pasalnya, pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan bangsa dan negara, namun kompleksifitas persoalan pendidikan di Pemerintahan Daerah, khususnya khususnya kabupaten yang berada di ujung Pulau Madura itu masih menjadi tantangan tersendiri yang perlu segera dibenahi dan diatasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Salah satu hak dasar warga negara adalah mendapatkan layanan pendidikan yang layak, dalam hal ini menjadi kewajiban pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1445,” kata Koordinator Srikandi PMII Sumenep, Khuzaimah saat menyampaikan audensinya. Rabu (18/09/2024).
Adapun permasalahan-permasalahan krusial yang jelas tentunya sangat mempengaruhi kualitas di dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Sumenep, yaitu dengan maraknya kasus tindakan kekerasan dan pelecehan di lingkungan sekolah tentunya hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan Sumenep tidak baik-baik saja.
“Jika hal tersebut dibiarkan dan tidak ada tindak lanjut yang tegas pejabat yang berwenang tentunya sangat membawa dampak buruk bagi dunia pendidikan kita dan sumber daya manusia khususnya anak-anak didik sebagai generasi penerus bangsa yang ada di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
“Dan adanya beberapa kasus di dalam dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep ini tidak lepas dari optimalisasi peran Disdik Sumenep sebagai pemangku kebijakan pendidikan di daerah,” imbuhnya.
Salah satu kader terbaik PMMI Sumenep asal STKIP PGRI Sumenep itu memaparkan bahwa berbagai problematika yang ada tentunya membutuhkan perhatian dan atensi khusus untuk berkelanjutan kedepan agar pendidikan di Kota Keris ini Lebih baik dan berkualitas.
“Maraknya beberapa kasus asusila di dunia pendidikan Sumenep telah mencapai darurat. Beberapa bulan terakhir sejumlah laporan menunjukkan trend naik yang melibatkan siswa ataupun guru di lingkungan Disdik Sumenep,” ungkapnya.
Berikut ini adalah beberapa kasus asusila yang terjadi di lingkungan pendidikan Sumenep.
1. Kasus pencabulan yang dilakukan oleh salah satu guru di SD Kebonangung (yang sampai saat ini Menunggu keputusan)
2. Kasus perselingkuhan oknum guru di desa Rubaru (Masih dilakukan Koordinasi ke P3A. Kemudian dipindah tugaskan ke Disdik, soal masih di sekolahnya itu karena inisiatif sendiri)
3. Kasus perselingkuhan oknum kepala sekolah di salah satu sekolah di desa pinggir papas sudah di nonaktifkan
4. Ibu kandung berstatus guru menjual anaknya kepada selingkuhan yang berstatus Kepsek di Kalianget.
5. Kasus guru SD Pajagalan 1 motif perselingkuhan masih belum diatasi karena belum ada laporan dan bukti.
“Beberapa kasus itu tersebut diatas sudah mencakup pelecehan verbal, fisik, hingga kekerasan seksual yang lebih parah dan melibatkan korban dari berbagai usia dan latar belakang,” pungkas Khuzaimah.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep Drs. Mustangin, MSi menyambut baik kedatangan srikandi-srikandi PMII Sumenep dan menyampaikan bahwa Rumah Aman sudah ada di Kabupaten Sumenep
Dinsos P3A sendiri sudah berusaha untuk menangani kasus pelecehan seksual yang terjadi belakangan ini seserius mungkin dan sesuai dengan prosedur penanganan yang sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Mengenai korban yang berada di KPI, itu diluar tanggung jawab kami, karena tidak ada konfirmasi ke pihak Dinsos P3A. Dan Dinsos P3A sendiri selalu berkolaborasi dengan pihak Disdik serta Polres setiap ada kejadian apapun melibatkan anak didik.” tandasnya. (REDJAVA****)









