JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pacaran merupakan suatu interaksi dimana dua orang bertemu dan melakukan serangkaian kegiatan supaya bisa mengenal satu sama lain. Dapat disimpulkan
bahwa pacaran merupakan kegiatan yang diwarnai keintiman serta adanya ketertarikan emosi antara laki-laki dan perempuan yang belum menikah dengan tujuan saling mengenal dan melihat kesesuaian antara satu sama lain sebagai pertimbangan sebelum menikah.
Selain itu, kematangan seksual adalah faktor primer yg melatar belakangi seseorang mulai berpacaran lantaran mengakibatkan dorongan seksual. Sedangkan beberapa alasan atau latar belakang remaja untuk melakukan hubungan pacaran atau kencan diantaranya yaitu : Hiburan, sebagian besar remaja yang berpacaran pasti mempunyai tujuan dalam hubungan tersebut, salah satunya adalah untuk hiburan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Remaja yang berpacaran pada umumnya akan mendapatkan hiburan dari gombalan, ataupun salah satu diantara mereka ada yang mengajak rekreasi atau ke tempat wisata. Selain itu, Tujuan pacaran diantaranya juga untuk bersosialisasi, maksud dari bersosialisasi adalah saling tolong-menolong satu sama lain.
Pacaran saat ini memiliki daya tarik yang lumayan besar dikalangan mahasiswa. Salah satu daya tarik mahasiswa untuk berpacaran adalah untuk mengikuti trend, mahasiswa juga cenderung gengsi kepada temannya dikarenakan sebagian besar temannya memiliki pasangan. Alasan mahasiswa ingin memiliki pacar juga adalah untuk menguntungkan satu sama lain.Mahasiswa berpacaran juga untuk mendapatkan perhatian juga kasih sayang dari pasangan.
Hal itu dikarenakan, sebagian besar mahasiswa merasa dirinya sendiri dan membutuhkan manusia yang bisa memberinya perhatian dan kasih sayang. Sebagai seseorang yang sudah beranjak dewasa, memiliki perasaan terhadap seseorang adalah hal yang wajar. Perasaan-perasaan tersebut dapat mengubah kepribadian seseorang dan memunculkan perasaan lain yang mengganggu pikiran mereka, entah perasaan posistif maupun perasaan negatif. Seperti adanya rasa kecemburuan, perasaan posesif terhadap pasangan kita.
Pada zaman sekarang lebih banyak ditemukan dampak negatif dari berpacaran dibandingkan dengan dampak positifnya. Salah satu dampak negatifnya yang paling banyak ditemui yaitu : Kekerasan seksual, pada saat ini, kekerasan seksual banyak ditemukan dikalangan remaja yang berpacaran. Seperti : pemerkosaan, pembunuhan dan banyaknya remaja ataupun mahasiswa yang hamil diluar nikah. Jika hal tersebut terjadi, tidak hanya berdampak pada menurunnya prestasi maupun daya konsentrasi pelajar ataupun mahasiswa. Akan tetapi, akan berdampak pada kesehatan fisik, kesehatan mental, pendidikan dan hubungan maupun nama baik keluarganya.
Dari beberapa contoh diatas, dapat diketahui bahwa dampak negatif berpacaran sangat berdampak kepada beberapa aspek. Maka dari itu, pentingnya mencari pasangan yang baik agar memberikan dampak positif kepada remaja dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. pacaran yang sehat. bukanlah pacaran yang hanya sehat dalam hubungan yang dijalani, pacaran yang sehat harus meliputi kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesehatan sosial. Karena mahasiswa yang berpacaran cenderung tidak memperoleh kesehatan fisik, dikarenakan adanya kekerasan dalam hubungan tersebut. tidak hanya itu, mahasiswa juga cenderung memiliki mental yang tidak sehat dikarenakan banyaknya masalah yang dihadapi dalam hubungan tersebut sehingga membuat mereka banyak memikirkan hal yang seharusnya tidak difikirkan dan merusak kesehatan mental mereka sendiri.
Banyak mahasiswa berpacaran yang mengalami penurunan daya konsentrasi dan menyepelekan hal yang berhubungan dengan prestasi belajar mereka dan hanya terfokus pada pasangan dan kesenangan dalam hubungan tersebut, tidakhanya itu, banyak mahasiswa yang salah dalam.memilih pasangan, lalu mereka selalu mengikuti apa yang pasangan mereka lakukan. Seperti bolos kuliah dan molor mengerjakan tugas kuliah. Mereka lebih mementingkan aktivitas yang tidak penting seperti liburan, nongkrong, dan hal-hal lain yang membuat mereka senang. Oleh karena itu, disarankan agar menjalankan hubungan dengan sehat, baik juga pasangan yang tau akan batasan mereka agar tidak mengganggu pada daya konsentrasi mahasiswa dikampus.
Peran orang tua dalam hal ini sangat penting dikarenakan anak yang dididik dan diberikan pola asuh yang tepat sejak dini, pasti jika. mereka telah remaja akan mengingat apa yang telah diajarkan oleh orang tuanya. Orang tua juga harus memberikan nasihat maupun memberikan batasan kepada anaknya agar mereka tahu mana yang boleh.dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Tidak hanya itu, orang tua juga harus senantiasa mengawasi anaknya yang berpacaran dan mengajarkan untuk saling terbuka. Baik atau tidaknya hubungan pacaran, tergantung kepada siapa dan dengan siapa remaja menjalani hubungan.
Ada beberapa remaja maupun mahasiswa memiliki pasangan yang dapat memberikan dampak positif. dampak positif dari pacaran adalah ketika hubungan ataupun pasangan kita baik, kita juga akan ikut baik seperti mengerjakan tugas bersama, melakukan hal yang sama-sama menguntungkan ataupun saling memberi dan saling membantu sama lain. Jika semua hubungan pacaran dijalani seperti contoh diatas, maka tidak akan banyak mahasiswa maupun remaja yang mengalami penurunan daya konsentrasi dan prestasi belajar mereka. Mereka akan semakin semangat menjalani kuliah dan dikarenakan mereka merasa ada yang memberi semangat pada mereka disaat mereka stress dengan tugas kuliah ataupun hal yang lain. (REDJAVA****)
Sumenep, 26 Desember 2022
Penulis Gasica Dwi Sandy. W (Universitas Muhammadiyah Malang)








