JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Perhatian saya tiba-tiba berhenti ketika melihat seorang laki-laki tua yang sedang memikul pisang di tengah hiruk-pikuk lomba kuliner dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-753 tahun.
Kegiatan yang bertempat di Timur Taman Adipura di jalan Dr Wahidin Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Sumenep Madura Jawa Timur.
Saya perhatikan tubuhnya yang sudah renta yang sedang memikul dua keranjang berisi pisang kuning untuk dijajakan kepada pengunjung pameran kuliner.
Sejenak saya terdiam dan berpikir. Bukankah lokasi ini tempat makanan lebih mewah dengan kemasan yang lebih menarik dibandingkan dengan dagangan Pak Horri.
Dalam hati saya bertanya. Siapa yang lantas mau tertarik dengan dagangan Pak Horri yang dipikul dengan keranjang bambu.
Sudah tentu dalam konsep marketing, Pak Horri sudah kalah dengan dengan stand-stand yang menjajakan olahan pisang dengan berbagai varian. Ibarat menabur garam di lautan.
Namun yang dirasakan dan dilihat saya lebih dalam, di Pak Horri itu ada Tawakkal kepada Allah SWT. Dalam pandangan saya Pak Horri sedang menjalankan perintah Tuhannya, Allah SWT.
Pak Horri tengah mencari nafkah yang halal. Ia tidak putus asa dalam berusaha untuk menjual dagangan pisangnya. Sudah tentu Pak Horri punya keyakinan kuat bahwa rejeki itu bukan urusan manusia tapi urusan Allah SWT.
Demikian hikmah yang saya dapat dan ambil dari penjual pisang Pak Horri. Ia memberikan pelajaran yang sangat penting untuk saya tentang Tawakkal kepada Allah SWT.
Akhirnya, Saya borong semua dagangan pisang Pak Horri. Ini bukan soal pencitraan, namun saya ingin menghargai Tawakkalnya seorang penjual pisang bernama Pak Horri. (REDJAVA/BAHRI)










