Arta’ Potre’ Kone’ng, Kacang Hijau Kuning Asli Sumenep Menuju Pengakuan Nasional

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, SE,MSI

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, SE,MSI

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah gempuran benih unggul dari berbagai daerah, Kabupaten Sumenep ternyata menyimpan kekayaan genetik yang selama ini tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah Arta’ Potre’ Kone’ng, kacang hijau berwarna kuning khas yang hanya ditemukan di wilayah paling timur Pulau Madura.

Kini, komoditas lokal tersebut memasuki babak penting. Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) resmi mengusulkannya sebagai plasma nutfah asli daerah dan saat ini tengah menjalani penelitian oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai syarat menuju penetapan varietas resmi.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, S.E,M.SI mengatakan seluruh tahapan ilmiah sedang berjalan dan menjadi bagian penting untuk memastikan keaslian serta kemurnian varietas lokal tersebut.

“Saat ini proses penelitiannya masih berlangsung di BRIN. Setelah itu akan dilanjutkan dengan tahapan pemurnian dan pelepasan varietas. Kami berharap seluruh proses ini bisa selesai pada tahun ini sehingga Arta’ resmi ditetapkan sebagai varietas asli Sumenep,” ujar Chainur Rasyid, Selasa (14/7).

Pria yang akrab disapa Inong itu menjelaskan, varietas tersebut didaftarkan dengan nama Arta’ Potre’ Kone’ng karena memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kacang hijau pada umumnya.

Baca Juga :  Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2024, Wakapolres Paparkan 10 Fokus Pelanggaran Utama

Menurutnya, keunggulan Arta’ tidak hanya terlihat dari warna kuning yang lebih cerah, tetapi juga bentuk biji serta teksturnya yang menjadi identitas khas pertanian Sumenep.

“Sebenarnya ini tetap kacang hijau, tetapi memiliki ciri yang sangat khas pada warna, bentuk, dan teksturnya. Varietas seperti ini hanya ada di Sumenep. Karena itu kita harus bangga dan menjaganya agar tidak hilang,” tegasnya.

Selama bertahun-tahun, Arta’ Potre’ Kone’ng telah dibudidayakan petani di sejumlah kecamatan seperti Manding, Batuputih, Ambunten, Pasongsongan, hingga Lenteng. Produksinya bahkan telah menembus pasar Surabaya dan menjadi komoditas yang cukup diminati.

“Arta’ sudah lama menjadi komoditas masyarakat. Selain dijual di pasar-pasar tradisional Sumenep, hasil panennya juga rutin dipasarkan ke Surabaya karena permintaannya cukup baik,” jelas Inong.

Tidak hanya Arta’, DKPP juga tengah menginventarisasi berbagai plasma nutfah lokal lainnya agar memperoleh perlindungan hukum dan pengakuan sebagai kekayaan hayati khas Sumenep. Di antaranya pisang Kepo’, kacang Koma’, cabbhi jhamo, tembakau Prancak CK-95, bhabeng mera, cengkeh Masa Lembu, timun, hingga cabai rawit lokal.

Baca Juga :  Respon Bupati Fauzi Terkait Maraknya Kasus Asusila dan Perselingkuhan di Dunia Pendidikan Sumenep

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya genetik sekaligus memperkuat identitas pertanian Kabupaten Sumenep di tingkat nasional.

“Kami ingin varietas-varietas lokal ini tidak hanya dikenal sebagai identitas Sumenep, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani. Ke depan budidayanya akan terus kami kembangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan masuknya Arta’ Potre’ Kone’ng dalam proses penelitian BRIN, harapan agar komoditas lokal Sumenep memperoleh pengakuan nasional semakin terbuka.

Baca Juga :  Kepala Rutan Sumenep Jalin Sinergi dengan DPRD, Dorong Penguatan Pembinaan Warga Binaan

Jika seluruh tahapan selesai, Arta’ akan menjadi salah satu varietas resmi yang memperkuat posisi Sumenep sebagai daerah yang kaya akan plasma nutfah dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Sambut Tim RS Kapal Ksatria Airlangga, Siap Dukung Riset hingga Pengembangan Wellness Medicine
Kemenag Sumenep Perkuat Integritas ASN Guru Madrasah di Empat Kecamatan
Tak Lagi Penuh Tekanan! MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong Sumenep Bangun Sekolah Tanpa Rasa Takut
Harapan Baru bagi Warga Sumenep, Kodim 0827 Buka Akses Pemeriksaan Katarak Gratis Lewat Program Bakti TNI AD
MATAMUDA MIN 2 Sumenep Jadi Awal Penguatan Moderasi Beragama oleh Bunda MODIS
Pemkab Sumenep Melalui Baznas Bantu RTLH di Pagerungan Kecil Sapeken
Tak Cukup Urus Nikah, Ini Standar Tinggi Penghulu Versi Kemenag Sumenep
BAZNAS Sumenep Perkuat Program Rumah Layak Huni, Warga Padangdangan Diusulkan Terima Bantuan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:59 WIB

Arta’ Potre’ Kone’ng, Kacang Hijau Kuning Asli Sumenep Menuju Pengakuan Nasional

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:42 WIB

Pemkab Sumenep Sambut Tim RS Kapal Ksatria Airlangga, Siap Dukung Riset hingga Pengembangan Wellness Medicine

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:58 WIB

Kemenag Sumenep Perkuat Integritas ASN Guru Madrasah di Empat Kecamatan

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:07 WIB

Tak Lagi Penuh Tekanan! MPLS Ramah SMPN 1 Nonggunong Sumenep Bangun Sekolah Tanpa Rasa Takut

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:56 WIB

Harapan Baru bagi Warga Sumenep, Kodim 0827 Buka Akses Pemeriksaan Katarak Gratis Lewat Program Bakti TNI AD

Berita Terbaru