JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Langkah berani dan penuh makna diambil Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Melalui himbauan yang menyentuh hati, seluruh warga sekolah di wilayah ini diajak untuk mengubah momen awal masuk sekolah menjadi panggung pelestarian warisan leluhur yang membanggakan.
Bukan sekadar seragam biasa, hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah kini memiliki makna yang jauh lebih dalam: mengenakan busana adat Madura sebagai simbol jati diri yang tak boleh luntur.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Mohamad Iksan, S.Pd., MT., menyampaikan pesannya dengan penuh semangat dan keyakinan.
“Pendidikan bukan hanya soal kecerdasan otak, tapi juga membangun jiwa yang tahu dari mana ia berasal. Baju adat Madura yang kalian kenakan adalah mahkota kehormatan kita sebagai anak Bumi Sumekar,” kata H. Moh. Iksan, Sabtu (11/07/2026) malam.
Ia menegaskan, ajakan ini ditujukan kepada seluruh elemen pendidikan mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, hingga tenaga kependidikan tanpa terkecuali.
“Tak ada alasan untuk melupakan identitas di tengah kemajuan zaman. Semua kita, tanpa terkecuali, wajib bangga mengenakan pakaian adat sebagai wujud cinta tulus pada tanah kelahiran,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa menanamkan rasa bangga budaya harus dimulai sejak usia dini agar karakter generasi muda tumbuh kokoh.
“Rasa bangga tak datang dengan sendirinya, ia harus ditanam sejak dini. Saat anak-anak memakai baju adat, mereka sedang belajar menghargai sejarah dan leluhur yang membentuk jati diri kita saat ini,” ungkap H. Iksan sapaannya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan budaya sebagai gaya hidup yang keren dan patut diteladani.
“Percayalah, berbudaya itu bukan hal kuno, melainkan hal yang paling keren dan bermartabat. Mari lestarikan budaya, tumbuhkan rasa bangga, dan perkuat identitas Madura sejak dini!” pungkasnya dengan penuh semangat.












