JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dunia pendidikan terus bergerak mengikuti arus perubahan zaman yang kian cepat. Untuk menjawab tantangan tersebut, MTsN 2 Sumenep resmi membuka kegiatan Reviu dan Penyusunan Kurikulum guna menyambut Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung selama tiga hari penuh, mulai Kamis (9/7) hingga Sabtu (11 Juli 2026).
Mengusung tema “Penjaga Makna, Penanam Nilai, dan Penggerak Transformasi Belajar pada Era Disrupsi”, momen ini menjadi langkah nyata madrasah dalam menyesuaikan pola pembelajaran dengan kebutuhan masa kini.
Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh seluruh dewan guru, komite madrasah, pengawas pendidikan, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Edy Hariyanto.
Kepala MTsN 2 Sumenep, Hairuddin, mengatakan bahwa kegiatan ini jauh lebih bermakna daripada sekadar pekerjaan administrasi biasa. Ia menginginkan setiap langkah yang diambil memberikan dampak nyata bagi kemajuan lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
“Reviu kurikulum bukan sekadar penyusunan dokumen, melainkan sarana evaluasi, perbaikan, dan penguatan sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah,” kata Hairuddin disela kegiatan.
Sementara itu, Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid memberikan semangat sekaligus arahan penting bagi seluruh civitas akademika. Ia mengajak semua pihak bersatu mewujudkan visi besar: “Kurikulum yang Responsif, Madrasah Maju”. Menurutnya, hasil kerja keras saat ini akan menjadi fondasi bagi masa depan para peserta didik.
“Kualitas reviu kurikulum hari ini akan menentukan mutu lulusan di masa depan, sehingga diperlukan kolaborasi kuat menghadirkan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan adaptif hadapi era disrupsi,” ujar Abdul Wasid.
Ia juga mengingatkan agar kemajuan zaman tidak membuat kita melupakan jati diri dan nilai luhur yang menjadi pegangan utama madrasah. Transformasi harus tetap berjalan seiring dengan pemeliharaan karakter mulia generasi penerus bangsa.
“Mari kita bangun kurikulum yang mampu beradaptasi cepat, namun tetap kokoh memegang nilai agama serta jati diri bangsa yang mulia dan abadi,” pesan Abdul Wasid menutup arahannya.












