JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk mengingat kembali sejarah lahirnya dasar negara yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila lahir dari proses panjang para tokoh bangsa dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Pada 1 Juni 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Soekarno menyampaikan gagasan mengenai dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.
BPUPKI sendiri dibentuk pada 29 April 1945 sebagai bagian dari persiapan kemerdekaan Indonesia. Badan ini memiliki tugas utama merumuskan dasar negara dan bentuk pemerintahan yang akan menjadi pijakan bagi Indonesia merdeka.
Bagi bangsa Indonesia, Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga bagian integral dari identitas nasional yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H, mengatakan bahwa Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air.
“Pancasila adalah rumah besar bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat nilai persatuan, keadilan, toleransi, dan gotong royong yang harus terus kita jaga serta kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H, Senin (01/06/2026).
Menurutnya, semangat yang diwariskan para pendiri bangsa harus menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya karakter kebangsaan. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus hidup di tengah masyarakat, terutama pada generasi muda sebagai penerus bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H.,M.H. menilai bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan kesempatan untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Para pendiri bangsa telah memberikan teladan luar biasa dalam merumuskan dasar negara. Mereka mengedepankan persatuan dan kepentingan bangsa di atas segala perbedaan. Semangat itulah yang harus terus kita warisi,” ujar. KH Imam Hasyim, S.H.,M.H.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang damai, rukun, dan saling menghormati.
“Pancasila adalah benteng utama bangsa Indonesia. Jika nilai-nilainya terus diamalkan, maka persatuan akan semakin kuat dan pembangunan akan berjalan dengan baik menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.
Dalam proses perumusan dasar negara, terdapat sembilan tokoh bangsa yang tergabung dalam Panitia Sembilan dan berperan penting melahirkan rumusan Pancasila sebagai fondasi negara Indonesia, yaitu:
– Soekarno
– Mohammad Hatta
– Abikoesno Tjokrosoejoso
– Abdul Kahar Muzakir
– KH. Wahid Hasyim
– Achmad Soebardjo
– KH. Agus Salim
– Alexander Andries Maramis
– Mohammad Yamin
Kesembilan tokoh tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa hingga lahirnya Pancasila yang kemudian disahkan sebagai dasar negara Republik Indonesia.
Di era modern saat ini, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun di atas semangat persatuan, musyawarah, dan kebersamaan. Nilai-nilai itulah yang terus dijaga oleh seluruh elemen bangsa untuk memperkokoh NKRI dan mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. (REDJAVA****)












