JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Momentum Hari Raya Idul Adha selalu membawa kebahagiaan bagi umat Islam melalui tradisi berbagi dan menikmati hidangan daging kurban bersama keluarga.
Namun di balik melimpahnya olahan daging sapi dan kambing, masyarakat diingatkan agar tidak mengabaikan aspek kesehatan yang dapat berdampak serius jika konsumsi dilakukan secara berlebihan.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. HJ. Erliyati, M.Kes, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi daging kurban selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, peningkatan konsumsi makanan berbahan dasar daging merah yang diolah dengan santan maupun minyak berlebih berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan.
Lonjakan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, asam urat hingga gangguan pencernaan menjadi risiko yang harus diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, diabetes, maupun gangguan metabolik lainnya.
“Perayaan Idul Adha memang identik dengan konsumsi daging kurban. Namun masyarakat harus memahami bahwa mengonsumsi daging secara berlebihan dapat memicu lonjakan kolesterol dan berbagai gangguan kesehatan lainnya jika tidak diimbangi pola makan yang sehat,” kata dr. Hj. Erliyati, M.Kes, Minggu (31/5/2026).
Pihaknya menjelaskan bahwa daging kurban tetap memiliki manfaat sebagai sumber protein hewani yang baik bagi tubuh. Akan tetapi, pola konsumsi yang tidak terkendali justru dapat menimbulkan efek sebaliknya dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
Karena itu, masyarakat disarankan untuk mengatur porsi makan serta memilih bagian daging yang rendah lemak agar manfaat gizi tetap diperoleh tanpa membebani kondisi kesehatan tubuh.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membatasi porsi konsumsi daging dan memilih bagian yang rendah lemak. Keseimbangan dalam pola makan menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan selama momen Idul Adha,” imbaunya.
Tak hanya itu, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep juga menekankan pentingnya memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, serta air putih guna membantu proses metabolisme tubuh dan menjaga sistem pencernaan tetap optimal.
Menurut dr. Hj. Erliyati, kombinasi antara protein hewani, serat, dan cairan yang cukup merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi dampak negatif dari konsumsi daging berlebih.
“Perbanyak konsumsi sayur dan buah serta cukup minum air putih. Kandungan serat sangat membantu proses pencernaan dan dapat membantu mengurangi penumpukan lemak berlebih dalam tubuh,” jelas dr. Hj. Erliyati, M.Kes.
Selain mengatur pola makan, masyarakat juga diminta memperhatikan cara pengolahan daging. Penggunaan santan berlebihan dan teknik menggoreng dinilai dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh yang berisiko terhadap kesehatan.
Sebaliknya, metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang dinilai lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga.
“Pengolahan daging dengan cara direbus atau dipanggang jauh lebih disarankan dibandingkan digoreng. Selain lebih sehat, cara ini dapat membantu mengurangi risiko peningkatan kadar lemak dalam tubuh,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Erliyati mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan sinyal yang diberikan tubuh setelah mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah besar. Keluhan seperti pusing, nyeri dada, leher terasa tegang, hingga sesak napas harus segera mendapatkan perhatian medis.
Dirinya juga mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit yang dapat muncul pasca perayaan Idul Adha.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep berharap momentum Idul Adha tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Nikmati daging kurban secukupnya, imbangi dengan pola hidup sehat, dan jangan ragu melakukan pemeriksaan kesehatan apabila muncul keluhan. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” pungkas dr. Hj. Erliyati. (REDJAVA****)









