JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Semangat tersebut tidak hanya diwujudkan melalui ibadah kurban, tetapi juga tercermin dalam dedikasi para tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas kemanusiaan di tengah libur panjang.
Di Kabupaten Sumenep, komitmen itu terlihat nyata di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep. Saat sebagian besar masyarakat menikmati momen berkumpul bersama keluarga, para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya tetap berada di garda terdepan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes., mengatakan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari Raya Idul Adha adalah momentum emas untuk mengasah kepekaan sosial melalui sikap berbagi dan ikhlas. Meneladani keteguhan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS, momen ini diharapkan mampu mengikis jarak sosial sehingga kita semakin dekat dengan sesama manusia sekaligus meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT,” kata dr. Hj. Erliyati, M.Kes, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, nilai pengorbanan yang terkandung dalam Idul Adha memiliki relevansi yang sangat kuat dengan dunia pelayanan kesehatan. Sebab, tenaga medis dituntut untuk mengutamakan kepentingan pasien di atas kepentingan pribadi, termasuk saat momentum hari besar keagamaan.
Di tengah suasana libur dan cuti bersama Idul Adha, seluruh unit pelayanan vital di RSUDMA Sumenep tetap beroperasi penuh. Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, hingga Intensive Care Unit (ICU) disiagakan selama 24 jam guna menjamin kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.
“Semangat kurban menjadi landasan moral bagi seluruh civitas RSUDMA Sumenep untuk terus memberikan pelayanan kesehatan dengan hati, penuh ketulusan, dan mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas utama,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Erliyati menilai bahwa pelayanan kesehatan sejatinya merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang membutuhkan dedikasi, empati, dan komitmen yang tinggi. Karena itu, momentum Idul Adha menjadi pengingat bagi seluruh insan kesehatan untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional sekaligus humanis.
Ia menambahkan, manajemen RSUDMA Sumenep berkomitmen memperkuat budaya kepedulian sosial tidak hanya di lingkungan internal rumah sakit, tetapi juga kepada masyarakat luas yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkualitas.
“Kami ingin menjadikan semangat Idul Adha sebagai energi positif untuk terus memperkuat kebersamaan, solidaritas, dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pelayanan kesehatan tidak mengenal hari libur, karena keselamatan pasien adalah tanggung jawab yang harus kami jaga setiap saat,” pungkas dr. Hj. Erliyati, M.Kes.
Semangat pengabdian yang ditunjukkan para tenaga kesehatan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menjadi cerminan nyata makna kurban yang sesungguhnya. Bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang kesediaan mengorbankan waktu, tenaga, dan kepentingan pribadi demi menghadirkan harapan serta keselamatan bagi sesama manusia.
Di tengah perayaan Idul Adha, pengabdian tanpa batas tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan pelayanan publik tetap hidup dan tumbuh dalam setiap langkah para pejuang kesehatan di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)










