JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Melalui kolaborasi strategis antara Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep dan Dewan Pendidikan Kabupaten (DPK) Sumenep, digelar Pelatihan Menulis Karya Ilmiah bagi Guru SD dan SMP sebagai upaya mendorong lahirnya budaya akademik dan literasi di lingkungan pendidikan.
Pelatihan yang mengangkat tema Pendidikan Digital, Pendidikan Bahasa Madura, dan Pendidikan Ramah Anak tersebut akan dilaksanakan dengan metode Blended Learning (daring dan luring) pada 2–3 Juni 2026. Sementara pelaksanaan tatap muka dijadwalkan berlangsung di Gedung Ki Hajar Dewantara Sumenep pada 2 Juni 2026.
Program ini menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas sekaligus mampu menjawab tantangan pendidikan modern yang terus berkembang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Mohamad Iksan, S.Pd., M.T, mengatakan bahwa penguatan kompetensi guru tidak hanya terbatas pada proses mengajar di ruang kelas, melainkan juga mencakup kemampuan meneliti, menulis, dan mendokumentasikan berbagai inovasi pembelajaran.
“Kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih maju. Kami ingin para guru memiliki kemampuan menulis karya ilmiah yang dapat menjadi referensi sekaligus solusi atas berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi saat ini,” kata H. Mohamad Iksan kepada media ini, Sabtu (30/05/2026).
Menurutnya, karya ilmiah yang dihasilkan guru memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. Melalui tulisan ilmiah, berbagai praktik baik dan inovasi pembelajaran dapat terdokumentasi dengan baik serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan.
“Guru adalah agen perubahan. Ketika guru aktif menulis dan meneliti, maka akan lahir berbagai gagasan baru yang mampu memperkuat kualitas pendidikan daerah. Karena itu, kami sangat mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama Dewan Pendidikan dalam menyelenggarakan pelatihan ini,” tambahnya.
Pelatihan tersebut juga diharapkan mampu menjadi wadah bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan inovatif dalam menghadapi dinamika pendidikan di era transformasi digital.
Pemilihan tema Pendidikan Digital menjadi sangat relevan dengan perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi proses pembelajaran.
Sementara tema Pendidikan Bahasa Madura menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal melalui dunia pendidikan. Adapun tema Pendidikan Ramah Anak diarahkan untuk memperkuat sistem pembelajaran yang lebih inklusif, aman, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.
Melalui kolaborasi Disdik dan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep ini, diharapkan lahir lebih banyak guru yang tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran, tetapi juga produktif menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan di tingkat regional maupun nasional.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar kami (Disdik) dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, serta mampu bersaing di tengah perkembangan global yang semakin kompetitif,” pungkas Kadisdik H. Mohammad Iksan, S.Pd, MT. (REDJAVA****)








