JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga dan mendorong pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar modern.
Salah satunya melalui pelatihan bertajuk Packaging Produk: Upgrade Kemasan, Upgrade Penjualan yang digelar pada Senin (25/5/2026).
Pelatihan tersebut menjadi langkah strategis di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin bergeser ke pasar digital dan transaksi berbasis online.
Tidak hanya fokus pada kualitas produk, kegiatan ini menitikberatkan pentingnya desain kemasan sebagai ujung tombak pemasaran.

Penasehat DWP Kabupaten Sumenep, Nyai Hj. Jamilah Siradj mengatakan, pelaku usaha saat ini dituntut lebih kreatif dalam membangun citra produk agar mampu menarik perhatian konsumen sejak pandangan pertama.
“Produk yang bagus harus didukung tampilan yang menarik. Karena konsumen sekarang tidak hanya membeli isi produk, tetapi juga melihat bagaimana produk itu dikemas dan dipasarkan,” kata Hj. Nyai Jamilah Siradj.
Menurut istri Wakil Bupati KH. Imam Hasyim, SH, MH, itu menyebut banyak produk lokal memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk luar daerah.
Namun, lemahnya inovasi kemasan membuat produk tersebut sulit berkembang dan kurang diminati pasar yang semakin kompetitif.
“Di era digital seperti sekarang, inovasi menjadi kebutuhan. Produk yang berkualitas tetapi tidak memiliki tampilan menarik akan sulit bersaing, terutama dalam pemasaran online,” ujarnya.
Dirinya berharap pelatihan tersebut mampu membuka wawasan para anggota DWP agar lebih percaya diri mengembangkan usaha mandiri berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep, Diah Suryani Widayati mengatakan, kemasan kini menjadi faktor utama yang menentukan keputusan konsumen dalam membeli sebuah produk.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku belanja masyarakat. Konsumen kini lebih banyak melihat tampilan visual produk melalui marketplace maupun media sosial sebelum melakukan transaksi.
“Sekarang konsumen lebih dulu melihat packaging. Ketika tampilannya menarik, mereka akan tertarik membeli. Apalagi di marketplace, kemasan menjadi daya tarik utama,” ungkapnya.
Ia menilai pelaku usaha harus terus meningkatkan kreativitas agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin dinamis.
“Kalau tidak mau tertinggal, kita harus terus belajar dan meng-upgrade kemampuan, terutama dalam mempercantik kemasan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” tegas Diah Suryani Widayati.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapat pembekalan teknis dari Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep mengenai standar kemasan produk yang baik dan menarik.
Narasumber dari Diskopindag Kabupaten Sumenep, Suci Prawirasari menjelaskan, kemasan produk harus mampu memberikan identitas yang jelas kepada konsumen.
“Merek harus terlihat jelas dan mudah dikenali. Selain itu, produk juga harus mencantumkan jenis produk, komposisi, dan identitas produsennya agar lebih dipercaya konsumen,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, DWP Kabupaten Sumenep berharap produk-produk lokal hasil karya anggota mampu memiliki nilai tambah, memperluas pasar, dan meningkatkan omzet penjualan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. (REDJAVA****)











