JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 di Kabupaten Sumenep berlangsung semarak dan penuh inspirasi.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Komunitas Pendidikan (Akses) Sumenep sukses menggelar berbagai perlombaan edukatif yang melibatkan pelajar tingkat Sekolah Dasar dari berbagai kecamatan.
Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Agung Sumenep itu menjadi panggung lahirnya generasi muda kreatif, inovatif, dan berkarakter. Beragam perlombaan digelar, mulai dari Lomba Koding Unplug, Menulis Cerita, hingga Pembawa Acara Bahasa Madura, Senin (18/05/2026) kemarin.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Para siswa tampil percaya diri menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang teknologi, literasi, hingga pelestarian budaya daerah.
Pada kategori Lomba Koding Unplug, Tim Copernicus dari Kecamatan Ganding berhasil meraih Juara I setelah tampil unggul dalam kemampuan berpikir logis dan penyelesaian masalah berbasis computational thinking.
Juara II diraih Nicola Tesla dari Kalianget dan Juara III diraih Tim Maria Curie dari Kota Sumenep. Sementara dalam Lomba Menulis Cerita tingkat SD, Dini Nur Fadilah dari SDN Kalimo’ok sukses meraih Juara I berkat karya tulis yang dinilai kreatif, inspiratif, dan memiliki pesan moral kuat.
Sedangkan Juara II diraih Aisyah Nuril Jamela dari SDN Saroka I dan Juara III diraih Mifti Fadlotul Moudiyah dari SDN Kota Barat.
Di ajang Lomba Pembawa Acara Bahasa Madura, Nur Kamelia Rabbani dari SD Adzikir delegasi Kecamatan Pragaan tampil memukau hingga berhasil meraih Juara I. Juara II diraih Alfiya Nada Nadifah dari SDN Gapura II delegasi Talango dan Juara III diraih Al Syafila Aqidah Nur Cahya dari SDN Kalianget Timur IV.
Penanggung Jawab Pelaksana kegiatan, Subaidi, mengatakan bahwa seluruh rangkaian lomba tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Sumenep.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk berani tampil, berpikir kreatif, dan mengembangkan potensi mereka sejak dini. Hardiknas dan Harkitnas harus menjadi momentum kebangkitan pendidikan yang benar-benar dirasakan oleh para pelajar,” kata Subaidi kepada media, Selasa (19/05/2026).
Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga kemampuan berpikir inovatif dan penguatan karakter peserta didik.
“Kami bangga melihat antusiasme para peserta. Mereka menunjukkan bahwa pelajar Sumenep memiliki talenta luar biasa di bidang teknologi, literasi, maupun budaya lokal. Ini menjadi optimisme besar bagi masa depan pendidikan di daerah,” tambahnya.
Kabid Pembinaan SMP Disdik Sumenep, Ardi Ali Shochibi, menilai kegiatan tersebut mampu menjadi sarana pembelajaran yang efektif sekaligus menyenangkan bagi peserta didik.
“Anak-anak tidak hanya belajar tentang kompetisi, tetapi juga belajar percaya diri, kerja sama, dan sportivitas. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Ardi.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan era digital tanpa meninggalkan nilai budaya dan karakter lokal.
“Lomba koding melatih logika dan inovasi, lomba menulis membangun literasi, sementara pembawa acara Bahasa Madura menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Semua ini adalah bentuk pendidikan yang lengkap dan seimbang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh Iksan, S.Pd., MT., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, guru pendamping, panitia, dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya. Karena itu, kegiatan seperti ini akan terus kami dorong,” tutur H. Moh Iksan.
Ia berharap semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026 mampu menjadi energi baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep.
“Generasi muda hari ini adalah penentu masa depan daerah. Kami ingin anak-anak Sumenep tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, serta tetap menjunjung tinggi budaya dan karakter bangsa,” tandasnya.
Kegiatan Hardiknas dan Harkitnas 2026 tersebut pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena dinilai berhasil menghadirkan pendidikan yang kreatif, inspiratif, dan mampu membangun semangat belajar generasi muda di tengah perkembangan zaman. (REDJAVA****)












