JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinamika politik lokal di Sumenep kembali menghangat seiring digelarnya Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Sumenep, Senin (27/4/2026).
Forum strategis yang berlangsung di Hotel C1 itu menjadi ajang konsolidasi sekaligus penentu arah baru partai berlambang Ka’bah di tengah tekanan perubahan zaman.
Sekitar 150 peserta dari jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) memadati forum, membawa satu harapan yang sama: lahirnya kepemimpinan baru yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga mampu menjawab tantangan politik modern.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PPP Sumenep, M. Syukri, secara tegas mengingatkan agar Muscab tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas forum demi melahirkan keputusan strategis yang berdampak nyata bagi masa depan partai.
“Muscab ini harus melahirkan pemimpin yang militan, punya komitmen kuat, dan mampu membawa PPP lebih aktif serta berperan strategis dalam pemerintahan,” tegas Syukri di hadapan peserta.
Lebih jauh, Syukri menyoroti perubahan lanskap politik yang kini bergerak cepat seiring derasnya arus digitalisasi. Menurutnya, partai politik tak lagi bisa bertahan dengan pola lama yang cenderung konvensional.
Era digital, kata dia, menuntut keberanian untuk melakukan lompatan besar baik dalam strategi komunikasi politik maupun dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Sekarang bukan zamannya lagi berjalan seperti dulu. Kita harus berani melakukan lompatan, mempromosikan partai dan program dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
Dalam pandangannya, salah satu tantangan terbesar PPP saat ini adalah menghapus stigma sebagai “partai orang tua”.
Ia menilai label tersebut harus dijawab dengan langkah konkret, yakni membuka ruang seluas-luasnya bagi keterlibatan generasi muda.
Kolaborasi lintas generasi, lanjut Syukri, menjadi kunci agar partai tetap hidup dan relevan di tengah perubahan sosial yang kian dinamis.
“Sudah saatnya kita berkolaborasi dengan anak-anak muda. PPP harus lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi rumah bersama bagi semua generasi,” tandasnya.
Muscab PPP Sumenep kali ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum penting untuk menegaskan arah transformasi partai.
Di tengah kompetisi politik yang semakin ketat dan berbasis digital, PPP dituntut tampil lebih adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Jika momentum ini mampu dimanfaatkan secara optimal, bukan tidak mungkin PPP Sumenep akan kembali menemukan panggung strategisnya baik di level lokal maupun dalam percaturan politik yang lebih luas. (REDJAVA****)








