JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Hangat, cair, dan penuh makna. Itulah suasana yang tergambar dalam pertemuan sejumlah tokoh dan pegiat media di kediaman Dr. Naghfir, Lingkar Barat, Desa Batuan, Kabupaten Sumenep, Jumat (17/04/2026).
Di sebuah ruang sederhana dengan meja kayu panjang sebagai pusat interaksi, pertemuan berlangsung tanpa sekat. Obrolan ringan mengalir, diselingi diskusi serius tentang peran media dan pentingnya membangun kolaborasi yang berkelanjutan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Momentum ini bukan sekadar jamuan biasa. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi gagasan—tempat bertemunya perspektif, pengalaman, dan semangat yang sama untuk mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Owner Media Online Detikzone, Igusty Madani menilai, kebersamaan seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat jejaring dan membangun arah kolaborasi yang lebih konkret.
“Forum seperti ini menjadi ruang penting untuk menyatukan visi. Dari komunikasi yang cair, lahir kepercayaan. Dan dari kepercayaan, kolaborasi besar bisa terbangun,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, menegaskan bahwa pertemuan di kediamannya bukan hanya ajang silaturahmi, melainkan bagian dari upaya merawat energi positif antar sesama.
“Kami percaya, kebaikan harus terus dihidupkan. Bahkan kalau bisa, dijadikan kebiasaan atau seperti candu dalam arti positif agar terus menggerakkan langkah kita untuk memberi manfaat,” kata Dr. Naghfir.
Ia juga menambahkan, rumah seharusnya menjadi ruang terbuka bagi lahirnya ide dan kolaborasi yang membawa dampak luas, bukan sekadar tempat beristirahat.
Pesan kuat yang mengemuka dari pertemuan tersebut adalah pentingnya menjadikan kebaikan sebagai budaya. Sebuah prinsip sederhana, namun relevan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Dengan balutan suasana santai namun sarat substansi, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar kerap berawal dari ruang-ruang kecil dari percakapan hangat yang kemudian menjelma menjadi gerakan nyata. (REDJAVA****)








