JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Malam ketujuh atau malam terakhir tahlil almarhum Pengasuh Masjid Al-Amin Pamolokan, KH Amin Jakfar Taufik, berlangsung penuh khidmat dan dipadati jamaah dari berbagai daerah, Kamis (16/04/2026( malam.
Kehadiran masyarakat yang membludak menjadi bukti nyata kecintaan umat terhadap sosok ulama yang dikenal sederhana dan istiqamah tersebut.
Usai salat Isya berjamaah, rangkaian pembacaan Surat Yasin dimulai dengan dipimpin oleh putra sulung almarhum, KH Achmad Daraqutni.
Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema syahdu, mengundang haru para jamaah yang hadir.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh menantu almarhum, Ustaz H. Maltuf.

Suasana khusyuk begitu terasa, diiringi doa-doa yang dipanjatkan untuk almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Salah satu alumni Masjid Al-Amin Pamolokan, Hendri Pera Susanto, mengaku datang jauh dari Desa Tambuko, Kecamatan Guluk-guluk, demi mengikuti malam penutup tersebut.
“Saya datang dari jauh karena merasa memiliki kedekatan batin dengan beliau. Almarhum bukan hanya guru, tapi juga teladan dalam kehidupan kami,” ujarnya.
Menurutnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang terbuka, penuh ketulusan, serta menjadi tempat belajar bagi banyak kalangan tanpa memandang latar belakang.

“Beliau selalu merangkul semua kalangan. Kehilangan beliau tentu menjadi duka mendalam bagi kami,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Calon Kepala Desa (Cakades) Pamolokan 2026, Syamsul Arifin. Ia menilai almarhum KH Amin Jakfar Taufik merupakan figur pemersatu yang memiliki peran besar dalam membangun nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Almarhum adalah tokoh yang mampu menyatukan umat. Keteladanan beliau dalam berdakwah dan membina masyarakat harus kita lanjutkan bersama,” ungkapnya.
Syamsul menambahkan, semangat kebersamaan yang terlihat dalam malam tahlil tersebut menjadi cerminan kuatnya warisan sosial dan spiritual yang ditinggalkan almarhum.
“Malam ini bukan sekadar doa bersama, tetapi juga bukti bahwa ajaran dan perjuangan beliau masih hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.
Malam ketujuh ini menjadi puncak sekaligus penutup dari seluruh rangkaian tahlilan yang telah digelar sejak hari pertama wafatnya almarhum.
Ratusan jamaah yang hadir larut dalam doa, menjadikan momen tersebut sebagai penghormatan terakhir yang penuh makna bagi sosok ulama yang jasa-jasanya akan terus dikenang sepanjang masa. (REDJAVA****)













