Sekdakab Sumenep Dorong Festival Ojung Jadi Ikon Wisata Budaya Bernilai Ekonomi

- Redaksi

Minggu, 12 April 2026 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdakab Agus Dwi Saputra, S.Sos.,M.SI Saat Memberikan Sambutan Di Festival Ojung di Pantai Galung Desa Juruan Daya Kecamatan Batuputih, Minggu (12/04/2026)

Sekdakab Agus Dwi Saputra, S.Sos.,M.SI Saat Memberikan Sambutan Di Festival Ojung di Pantai Galung Desa Juruan Daya Kecamatan Batuputih, Minggu (12/04/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya lokal melalui gelaran Festival Ojung 2026. Tradisi khas masyarakat Madura ini kini tidak hanya bertahan sebagai ritual turun-temurun, tetapi juga bertransformasi menjadi daya tarik wisata budaya yang bernilai ekonomi.

Digelar di Pantai Galung, Desa Juruan Daja, Kecamatan Batuputih, Minggu (12/04/2026) suasana festival berlangsung semarak. Ribuan masyarakat memadati lokasi, menyaksikan atraksi adu ketangkasan dua peserta yang saling berhadapan menggunakan rotan. Sorak-sorai penonton pecah setiap kali rotan mengenai tubuh lawan, menciptakan atmosfer yang penuh adrenalin sekaligus sarat makna budaya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, S.Sos.,M.SI., menegaskan bahwa Festival Ojung bukan sekadar tontonan rakyat, melainkan medium edukasi nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Festival Ojung ini bukan hanya hiburan, tetapi mengandung tuntunan. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, keberanian, dan sportivitas yang sangat relevan dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujar Sekdakab Agus Dwi Saputra, Minggu (12/4).

Ia menambahkan, keberlanjutan tradisi tersebut sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton.

“Kalau generasi muda tidak terlibat, tradisi ini bisa tergerus zaman. Karena itu mereka harus ikut menjaga, mempelajari, dan mencintai budaya lokal agar tetap hidup,” tegasnya.

Tradisi Ojung sendiri merupakan permainan adu ketangkasan menggunakan rotan, di mana dua pemain saling bergantian memukul tubuh lawannya. Meski tampak keras, permainan ini memiliki aturan ketat dan menjunjung tinggi sportivitas.

Baca Juga :  Sumenep Tunjukkan Komitmen Besar dalam Mempersiapkan Calon Pengantin Sehat dan Bahagia

Lebih dari sekadar pertunjukan, Ojung juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Tradisi ini kerap digelar sebagai bagian dari ritual masyarakat untuk memohon keselamatan desa, sekaligus doa agar hujan turun saat musim kemarau.

Seiring perkembangan zaman, Pemkab Sumenep terus melakukan inovasi dalam pengemasan festival. Mulai dari penataan lokasi, penguatan promosi digital, hingga pelibatan pelaku ekonomi kreatif lokal untuk meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin Festival Ojung tetap relevan dengan zaman. Dikemas lebih menarik tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ruhnya,” jelas Agus.

Menurutnya, Festival Ojung memiliki potensi besar untuk menjadi ikon budaya unggulan Kabupaten Sumenep, yang tidak hanya menjaga identitas lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Festival ini bukan hanya tentang budaya, tetapi juga tentang kebersamaan. Masyarakat berkumpul, berinteraksi, dan merayakan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Forkopimka Batuputih, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sumenep beserta jajaran, serta ribuan masyarakat yang antusias memadati lokasi acara.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0827/23 Giligenting Bantu Petani Lakukan Pembersihan Lahan

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat, Festival Ojung kini menjelma sebagai simbol hidupnya tradisi di tengah modernitas menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan budaya Sumenep. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU