JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Duka mendalam masih menyelimuti masyarakat Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Ratusan jamaah memadati Masjid Al Amin pada Minggu (12/4/2026) malam untuk mengikuti tahlilan malam ketiga almarhum KH Amin Jakfar Taufik, sosok ulama kharismatik yang selama ini menjadi panutan umat.
Sejak usai salat Isya, jamaah dari berbagai kalangan tampak berdatangan. Mereka duduk bersaf rapi, larut dalam lantunan Surat Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh putra sulung almarhum, KH Achmad Daraqutni. Suasana khusyuk begitu terasa, seakan menjadi cerminan kecintaan dan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Di tengah jamaah yang hadir, tampak pula Calon Kepala Desa (Cakades) Pamolokan 2027, Moh. Syamsul Arifin. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan wujud penghormatan kepada tokoh agama yang telah banyak berjasa dalam membina kehidupan spiritual masyarakat.
“Almarhum KH Amin Jakfar Taufik adalah sosok ulama yang tidak hanya membimbing secara keagamaan, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Kehilangan beliau tentu menjadi duka yang sangat dalam bagi kami,” ujar Moh. Syamsul Arifin di sela kegiatan.
Menurutnya, ketokohan almarhum tidak hanya dirasakan oleh warga sekitar, tetapi juga oleh banyak pihak yang pernah mendapatkan nasihat dan bimbingannya.
“Beliau adalah figur yang sulit tergantikan. Semoga semua amal ibadah beliau diterima dan menjadi penerang di alam kuburnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tambahnya.
Sepanjang acara, suasana berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Doa-doa dipanjatkan secara bersama-sama, menciptakan nuansa religius yang mendalam. Sejumlah jamaah bahkan terlihat haru, mengenang sosok almarhum yang dikenal sederhana namun penuh wibawa.
Tahlilan malam ketiga ini tidak hanya menjadi rangkaian doa, tetapi juga momentum kebersamaan masyarakat dalam mengenang jasa seorang ulama yang telah mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan pembinaan umat.
Acara ditutup dengan doa bersama yang berlangsung tertib hingga selesai. Kehadiran ratusan jamaah menjadi bukti nyata betapa besar cinta dan kehilangan masyarakat terhadap almarhum KH Amin Jakfar Taufik. (REDJAVA****)












