JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana duka dengan cuaca yang mendung menyelimuti Jalan Imam Bonjol tepatnya di Masjid Al Amin Desa Pamolokan Kabupaten Sumenep, Jum’at (10/04/2026).
Ratusan jemaah takziah memadati Masjid Al Amin untuk melaksanakan sholat Jum’at dan sholat fardhu kifayah bagi almarhum Pengasuh Masjid Al-Amin, sosok yang selama ini dikenal sebagai panutan dan pembimbing umat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi menuju siang jemaah terus berdatangan dari berbagai penjuru. Masjid Jamik dipenuhi pelayat hingga meluber ke halaman dan ruas jalan sekitar.
Kekhusyukan begitu terasa, menyatu dengan duka mendalam yang menyelimuti para jemaah yang hadir.

Sholat fardhu kifayah berlangsung dengan khidmat dan dipimpin oleh KH. Achmad Daraqutni, putra sulung dari almarhum KH. Amin Jakfar Taufik.
Lantunan doa mengalun lirih, mengiringi harapan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Usai pelaksanaan sholat, lautan jemaah bergerak perlahan mengiringi jenazah menuju tempat pemakaman umum. Pantauan media ini, iring-iringan pelayat mengular panjang dari Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Raya Manding.

Jemaah berjalan kaki dengan tertib, sembari secara bergantian memikul keranda jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Di tengah suasana haru, Riski, salah satu alumni Masjid Al-Amin Pamolokan, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas sosok almarhum.
“Kami kehilangan sosok yang tidak tergantikan. Beliau bukan hanya pengasuh masjid, tetapi juga guru dan penuntun hidup kami,” ujar Ayek sapaan akrabnya di sela-sela pemakaman Almarhum.
Ia juga menuturkan bahwa kehadiran jemaah yang begitu besar menjadi bukti kecintaan masyarakat kepada almarhum.

“Lautan jemaah yang hadir hari ini menunjukkan betapa besar cinta masyarakat kepada beliau. Semoga semua amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” imbuhnya.
Setibanya di pemakaman, suasana haru kembali terasa. Lantunan tahlil dipimpin oleh Ustad H. Maftuh, yang merupakan menantu almarhum.
Doa-doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, mengiringi prosesi pemakaman.
Sementara itu, perwakilan keluarga, Ustad H. Maltuf, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas bantuan dan kepedulian yang diberikan sejak awal proses pengurusan jenazah hingga pemakaman.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas segala bantuan, perhatian, dan doa dari masyarakat. Mulai dari pengurusan jenazah hingga mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhir,” ujar Ji Anton sapaannya.
Pihaknya atas nama keluarga juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan kepada masyarakat.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama hidup almarhum pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, khususnya kepada keluarga dan masyarakat sekitar,” tutupnya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas yang selama ini merasakan manfaat dari dedikasi dan pengabdiannya dalam membina umat di Masjid Al-Amin.
Sosoknya akan selalu dikenang sebagai guru, panutan, dan cahaya bagi banyak orang. (REDJAVA****)











