JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ancaman hewan liar kembali menghantui permukiman warga di Kota Sumenep. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten
Sumenep bergerak cepat mengevakuasi dua potensi bahaya sekaligus sarang tawon dan seekor ular yang masuk ke dalam rumah warga, Kamis (9/4/2026).
Peristiwa pertama terjadi pada pagi hari di Desa Kebunan, tepatnya di kawasan Pondok Surya Laya, Jalan Raya Manding.
Laporan masuk sekitar pukul 08.39 WIB dari seorang warga bernama Rori yang mengaku resah dengan keberadaan sarang tawon di pekarangan rumahnya.
Sarang tawon tersebut dinilai berisiko tinggi karena berada dekat dengan aktivitas warga sehari-hari.
Menindaklanjuti laporan itu, tim Damkar langsung turun ke lokasi dan melakukan evakuasi dengan prosedur pengamanan ketat.
Selang beberapa jam kemudian, laporan kedua kembali diterima petugas. Kali ini datang dari warga Desa Pangarangan, tepatnya di depan kawasan The Spot Billiard & Cafe.
Seorang warga bernama Ajang melaporkan adanya ular yang masuk ke dalam rumahnya sekitar pukul 15.57 WIB.
Kehadiran ular tersebut sontak memicu kepanikan. Namun, respons sigap petugas Damkar berhasil mengendalikan situasi. Ular berhasil dievakuasi tanpa menimbulkan korban jiwa.

Analis Kebakaran Damkar Sumenep, Dodi Agus Pratama, S.Sos., M.A.P, menegaskan bahwa kemunculan hewan liar di lingkungan permukiman bukanlah hal yang bisa dianggap sepele.
“Sarang tawon maupun ular memiliki potensi bahaya serius jika tidak segera ditangani. Risiko sengatan tawon bisa memicu reaksi fatal, sementara ular berpotensi mengancam keselamatan jiwa,” kata Dodi saat dikonfirmasi media ini, Kamis (09/04/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama di wilayah yang dekat dengan semak atau area lembap yang menjadi habitat alami hewan liar.
“Perubahan lingkungan dan cuaca seringkali membuat hewan liar berpindah ke area permukiman. Ini yang harus diantisipasi oleh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Dodi mengimbau warga agar tidak mencoba menangani sendiri kondisi berbahaya tersebut tanpa keahlian yang memadai.
“Langkah paling aman adalah segera melaporkan ke layanan darurat seperti 112. Tim kami siap merespons cepat dengan peralatan dan prosedur yang sesuai,” tegas Dodi.
Kecepatan dan ketepatan respons Damkar Sumenep ini kembali menegaskan peran penting layanan darurat dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Melalui sistem SiLaPor 112, warga kini memiliki akses cepat untuk melaporkan berbagai kondisi darurat mulai dari kebakaran hingga evakuasi hewan liar. (REDJAVA****)












