Badai Narelle Menjauh, BMKG Sumenep Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pengaruh Badai Narelle yang sempat memicu peningkatan curah hujan di wilayah Jawa, Madura, Bali hingga Nusa Tenggara, kini mulai berangsur melemah.

Sistem badai yang sebelumnya berada di sekitar utara Australia itu dilaporkan terus bergerak menjauh dari Indonesia ke arah barat hingga barat daya.

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, memastikan bahwa dampak badai terhadap wilayah Madura kini tidak lagi signifikan, meski sebelumnya sempat memicu hujan yang terjadi secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Badai Narelle memang sempat memberikan pengaruh berupa hujan yang berlangsung terus-menerus di beberapa wilayah, termasuk Madura. Namun karena posisinya tidak terlalu dekat dengan Indonesia, intensitas hujan yang terjadi tidak dominan lebat,” ujar Ari kepada media ini, Kamis (26/03/2026).

Ia menjelaskan, hujan yang terjadi selama periode tersebut umumnya berada pada kategori ringan hingga sedang, meskipun di beberapa titik sempat turun dengan intensitas yang lebih tinggi.

“Secara umum hujan yang terjadi tidak ekstrem, hanya di beberapa lokasi saja yang bersifat agak deras, dan itu pun tidak merata,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ari mengungkapkan bahwa badai tersebut juga sempat memicu tarikan massa udara yang berdampak pada munculnya angin baratan. Namun kini, seiring pergerakan badai yang menjauh, efek tersebut mulai mereda.

“Tarikan massa udara yang sebelumnya mengaktifkan angin baratan kini sudah mulai berkurang, karena sistem badai terus bergerak menjauh dari wilayah Indonesia,” jelasnya.

Meski pengaruh badai mulai melemah, BMKG menegaskan bahwa saat ini wilayah Madura, termasuk Sumenep, masih berada dalam periode musim hujan dan belum sepenuhnya memasuki musim kemarau.

Baca Juga :  Rektor UNIBA Madura Launching Jersey Basket Berlogo ISSITA, Pinang Ketua DPC ISSITA Sumenep Jadi Dosen Tanpa Seleksi

Kondisi yang terjadi saat ini merupakan fase peralihan musim atau pancaroba, yang ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat dan sulit diprediksi.

“Saat ini kita sudah memasuki masa pancaroba. Dalam fase ini, cuaca cenderung berubah-ubah, dari panas ke hujan dalam waktu yang relatif singkat,” kata Ari.

Pada masa ini, lanjutnya, potensi bencana hidrometeorologi justru perlu lebih diwaspadai, terutama yang dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif.

“Awan konvektif di masa pancaroba tumbuh dengan cepat dan bersifat lokal, sehingga bisa memicu hujan lebat tiba-tiba, angin kencang, bahkan puting beliung,” tegasnya.

Ari juga menekankan bahwa kemunculan badai di sekitar wilayah Australia, khususnya bagian utara, merupakan fenomena yang lazim terjadi menjelang akhir musim hujan.

“Di periode seperti sekarang, memang biasa terjadi silih berganti sistem badai di sekitar Australia. Ini adalah pola yang normal dalam dinamika atmosfer,” ungkapnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Baca Juga :  Meriah! SDN Pakandangan Sangrah Gelar Maulid Nabi dan Dies Natalis Gita Al Husna dengan Anak Didik Sebagai Bintang Utama

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga kondisi lingkungan dan kesehatan, mengingat perubahan suhu yang drastis berpotensi memicu penyakit.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, melakukan mitigasi lingkungan, serta menjaga kesehatan karena cuaca yang berubah-ubah bisa berdampak pada daya tahan tubuh,” tutur Ari.

Terkait aktivitas di perairan, termasuk menjelang arus mudik, BMKG memastikan kondisi gelombang secara umum masih dalam kategori aman. Namun, potensi peningkatan gelombang tetap ada akibat pengaruh angin sesaat.

“Untuk perairan, secara umum masih kondusif. Namun tetap ada potensi peningkatan gelombang akibat angin kencang sesaat, sehingga nelayan dan pengguna jasa laut harus tetap waspada,” pungkasnya.

Dengan kondisi pancaroba yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan tidak lengah menghadapi dinamika cuaca. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalisir risiko bencana di tengah perubahan musim yang tidak menentu. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Polda Jatim Lakukan Penebalan Pengamanan Untuk Kedatangan Habib Umar bin Hafidz di Jawa Timur

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU