Lailatul Qiraah Menggema di Sumenep, JQHNU Satukan Qari Nasional dan Kader Qur’ani dalam Spirit Nuzulul Qur’an

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lailatul Qiraah Menggema di Sumenep, JQHNU Satukan Qari Nasional dan Kader Qur’ani dalam Spirit Nuzulul Qur’an

Lailatul Qiraah Menggema di Sumenep, JQHNU Satukan Qari Nasional dan Kader Qur’ani dalam Spirit Nuzulul Qur’an

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Malam itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema syahdu dari Masjid Rahmatullah, Kolor, Sumenep. Suasana khusyuk menyelimuti ratusan jamaah yang larut dalam irama tilawah, menandai peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang dikemas dalam

kegiatan Lailatul Qiraah oleh Pimpinan Cabang Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Sumenep, Selasa (17/3/2026).

Bukan sekadar seremoni keagamaan, kegiatan ini menjelma menjadi panggung besar konsolidasi para pecinta Al-Qur’an mulai dari qari, qariah, hafidz, hingga pegiat khat yang datang dari berbagai penjuru, baik daratan maupun kepulauan Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak awal acara, nuansa spiritual begitu terasa. Pembacaan ayat suci oleh qariah nasional, Gyta Surur Ghibtani, seolah membuka ruang batin para hadirin untuk tenggelam dalam keindahan kalam Ilahi.

Lantunan merdu yang pernah mengantarkannya meraih prestasi di ajang MTQ Jawa Timur itu sukses menghadirkan atmosfer religius yang mendalam.

Baca Juga :  DPMPTSP Sumenep Gelar Kiick Of Meeting Orientasi OSS RBA Bagi Pelaku Usaha

Wakil Ketua PC JQHNU Sumenep, Nyai Siti Nur Aisiyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Lailatul Qiraah bukan hanya tradisi tahunan, melainkan bagian dari gerakan besar membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat hubungan kita dengan Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa tradisi keilmuan Al-Qur’an terus hidup dan berkembang di Sumenep,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama satu periode kepengurusan, JQHNU telah berhasil memperkuat jaringan hingga ke tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), termasuk di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan tersendiri.

“Alhamdulillah, konsolidasi berjalan baik. Program-program kami tidak hanya di tingkat cabang, tetapi juga aktif di PAC sebagai bentuk nyata membumikan Al-Qur’an,” tambahnya.

Menurutnya, JQHNU bukan sekadar organisasi, melainkan ruang pertemuan para ahli Al-Qur’an lintas disiplin—mulai dari tilawah, tahfidz, tafsir, hingga seni kaligrafi.

“Kami berharap dukungan dan arahan dari PCNU Sumenep agar gerakan ini semakin kuat dan berdampak luas,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai M. Halqi. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai energi kolektif yang penting dalam menjaga tradisi intelektual Islam berbasis Al-Qur’an.

“Orang yang mencintai Al-Qur’an akan dicintai Allah. Dan sebaik-baik manusia adalah mereka yang belajar dan mengajarkannya,” tuturnya, mengutip hadis Nabi.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara membaca dan menulis dalam tradisi keilmuan Islam. Membaca menjadi pintu masuk pemahaman, sementara menulis adalah cara mengikat ilmu agar tidak hilang.

“Tradisi khattat juga harus terus dijaga. Itu bukan sekadar seni, tapi bagian dari peradaban Al-Qur’an,” imbuhnya.

Lailatul Qiraah kemudian berlanjut dengan penampilan qari dan qariah binaan JQHNU Sumenep yang tampil penuh penghayatan.

Baca Juga :  DLH Sumenep Tangani Sampah Gunakan Teknologi RDF, Kesadaran Warga Jadi Kunci

Setiap lantunan ayat seakan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan Al-Qur’an, tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap Ramadan, namun gaungnya terus membesar dari tahun ke tahun. JQHNU Sumenep tampak tak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi lahirnya generasi Qur’ani di masa depan.

Baca Juga :  Wabup Sumenep Buka Diklat MTQ ke-XXXI Jawa Timur Jadi Ajang Pembinaan Kafilah Sumenep

Di tengah arus modernisasi yang kian deras, malam Lailatul Qiraah di Sumenep menjadi penegas: bahwa Al-Qur’an tetap hidup, dibaca, dihafal, dan dicintai oleh generasi yang tak pernah lelah merawat cahaya wahyu. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU