JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) memberikan bimbingan dan motivasi kepada sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) yang terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selama bulan suci Ramadan.
Pembinaan tersebut dilaksanakan di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Kabupaten Sumenep, Jalan Raung. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinsos P3A, Satpol PP hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep, sebagai bentuk pendekatan terpadu dalam menangani persoalan sosial di masyarakat.
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Dr. Rahman Riadi, SE., MM, menegaskan bahwa pembinaan tersebut tidak sekadar bagian dari tindak lanjut razia, tetapi lebih kepada upaya memberikan pendampingan dan motivasi agar para gepeng dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Momentum Ramadan ini kami jadikan sebagai ruang pembinaan. Kami ingin memberikan motivasi kepada mereka agar tidak kembali ke jalan, tetapi mulai membangun semangat untuk hidup lebih mandiri dan bermartabat,” ujar Rahman Riadi, Selasa (10/03/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Satpol PP Kabupaten Sumenep yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Trantib) memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga ketertiban umum serta mematuhi peraturan daerah.
Sementara itu, unsur ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep yang diwakili oleh sekretarisnya turut memberikan tausiyah keagamaan kepada para peserta. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya bekerja secara halal, menjaga harga diri, serta memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum perubahan diri.
Menurut Dr. Rahman Riadi, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat penertiban, tetapi juga pembinaan secara sosial dan spiritual agar para peserta memiliki bekal untuk memperbaiki kehidupan mereka setelah keluar dari RPS.
“Kami tidak ingin mereka hanya ditertibkan lalu kembali ke jalan. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka mendapatkan pembinaan, motivasi, dan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah ini,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap para gelandangan dan pengemis yang terjaring razia dapat memperoleh pemahaman baru serta semangat untuk meninggalkan aktivitas mengemis dan mulai menata masa depan yang lebih produktif di tengah masyarakat. (REDJAVA****)









