Festival Perempuan Pesisir di Pantai Slopeng Perkuat Identitas Budaya Maritim Kabupaten Sumenep

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Dasuk Wismadi Wicaksono SH MH Bersama Sekdis Prikanan dan Kabid Pariwisata Andrie Zulkarnain di Festival Perempuan Pesisir di Pantai Slopeng, Minggu (24/05/2026)

Camat Dasuk Wismadi Wicaksono SH MH Bersama Sekdis Prikanan dan Kabid Pariwisata Andrie Zulkarnain di Festival Perempuan Pesisir di Pantai Slopeng, Minggu (24/05/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati kawasan Pantai Slopeng, Minggu (24/5/2026), dalam gelaran Festival Perempuan Pesisir yang berlangsung meriah sejak pagi hari.

Kegiatan tersebut menjadi ajang pelestarian budaya maritim masyarakat pesisir sekaligus penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan promosi wisata daerah.

Festival budaya itu resmi dibuka oleh Camat Dasuk, Wismadi Wicaksono SH, MH melalui prosesi pemotongan pita yang disambut antusias pengunjung dan masyarakat pesisir.

Nuansa budaya maritim begitu terasa di sepanjang area festival. Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung yakni pameran alat tangkap ikan tradisional milik nelayan pesisir Sumenep yang dipajang di lokasi kegiatan.

Beragam alat tangkap tradisional yang selama ini digunakan masyarakat nelayan untuk mencari ikan diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan.

Alat-alat tersebut menjadi simbol budaya pesisir yang hingga kini masih dipertahankan sebagai warisan leluhur masyarakat nelayan Madura. Pengunjung tampak antusias melihat langsung perlengkapan tradisional nelayan tersebut.

Sebagian bahkan mengabadikan momen sambil mendengarkan penjelasan mengenai fungsi alat tangkap dan kehidupan masyarakat pesisir yang erat dengan tradisi serta kearifan lokal.

Tidak hanya menghadirkan pameran budaya, festival tersebut juga dikemas dengan berbagai pertunjukan seni khas masyarakat pesisir. Mulai dari tari tradisional, drama budaya rakyat, hingga pertunjukan seni yang menggambarkan aktivitas nelayan sehari-hari.

Puluhan pelaku UMKM lokal juga turut meramaikan festival dengan menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat pesisir.

Aneka olahan hasil laut, makanan khas daerah, hingga kerajinan tangan dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Selain menjadi ajang hiburan dan promosi budaya, kegiatan itu juga menjadi sarana edukasi lingkungan. Pengunjung diajak menjaga kebersihan pantai dan laut demi mempertahankan kelestarian ekosistem pesisir.

Camat Dasuk, Wismadi Wicaksono SH, MH mengatakan Festival Perempuan Pesisir merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga budaya masyarakat nelayan agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenal budaya pesisir yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga nelayan. Tradisi seperti ini harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan modernisasi,” kata Wismadi Wicaksono, SH, MH.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti Festival Perempuan Pesisir juga memiliki dampak besar terhadap sektor ekonomi dan pariwisata daerah karena mampu menarik kunjungan wisatawan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu mendongkrak wisata daerah, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan pantai dan laut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Sumenep, Ach. Zaini menegaskan pengenalan alat tangkap ikan tradisional merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat pesisir.

“Melalui festival ini kami ingin mengenalkan kembali budaya pesisir kepada masyarakat, terutama generasi muda. Alat tangkap tradisional ini bukan hanya perlengkapan nelayan, tetapi juga bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat pesisir,” tutur Zaini.

Ia menambahkan, modernisasi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai tradisi yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat nelayan di Kabupaten Sumenep.

Digelarnya Festival Perempuan Pesisir di Pantai Slopeng juga dinilai tepat karena kawasan wisata tersebut dikenal memiliki hamparan pasir putih dan panorama alam pesisir yang menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)

Berita Terkait

PLN ULP Sumenep Pastikan Layanan Listrik Lebih Andal Lewat Pemeliharaan Jaringan Terjadwal
Achsanul Qosasi dan Dedikasi Panjang Menjaga Nama Baik Madura Lewat Sepak Bola
Tasyakuran Pelepasan Murid PAUD Nikmatul Kubro Sumenep Berlangsung Haru, Disdik Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini
Disdik Sumenep Perkuat Wajib Belajar PAUD, Anak Era Digital Harus Berakhlak Mulia
Paguyuban Tretan Kelontong Madura di Klaten Dilirik PT HM Sampoerna untuk Kemitraan Bisnis
Patroli Tengah Malam, Polres Sumenep Sisir Jalan Rawan Balap Liar
Dr Naghfir Apresiasi Helmi atas Penghargaan Tokoh Penggerak Kebudayaan Madura
Keren! Owner Helmi Museum Art Sumenep Raih Penghargaan Penggerak Budaya Perkerisan dari Kemenbud RI

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:55 WIB

Festival Perempuan Pesisir di Pantai Slopeng Perkuat Identitas Budaya Maritim Kabupaten Sumenep

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:53 WIB

PLN ULP Sumenep Pastikan Layanan Listrik Lebih Andal Lewat Pemeliharaan Jaringan Terjadwal

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:47 WIB

Achsanul Qosasi dan Dedikasi Panjang Menjaga Nama Baik Madura Lewat Sepak Bola

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:19 WIB

Tasyakuran Pelepasan Murid PAUD Nikmatul Kubro Sumenep Berlangsung Haru, Disdik Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:28 WIB

Disdik Sumenep Perkuat Wajib Belajar PAUD, Anak Era Digital Harus Berakhlak Mulia

Berita Terbaru