JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah sorotan yang sering tertuju pada tokoh besar dan figur publik, sejumlah sosok sederhana yang setiap hari menebar kebaikan justru kerap luput dari perhatian.
Kisah-kisah inilah yang diangkat dalam Naghfir’s Institute Award 2026, sebuah ajang apresiasi bagi para “pahlawan sunyi” di tengah masyarakat yang digelar di Kabupaten Sumenep, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Naghfir’s Institute, Perumahan Griya Berkat Regency, Jalan Lingkar Barat, Batuan, itu menghadirkan sembilan tokoh inspiratif dari berbagai profesi sederhana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka berasal dari latar belakang yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat mulai dari sopir ambulans, guru madrasah, guru ngaji, guru taman kanak-kanak, petugas pengangkut sampah, pengepul botol bekas, pengemudi ojek online, hingga pelaku seni dan budaya.
Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada mereka yang selama ini bekerja dalam senyap namun memiliki kontribusi besar bagi kehidupan sosial masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan panggung bagi para pahlawan sunyi yang selama ini menebar kebaikan tanpa sorotan. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari memberi manfaat bagi masyarakat, meskipun jarang mendapat pengakuan,” kata Dr. Naghfir disela kegiatan.
Ia menjelaskan, konsep “Ajang Pelopor 9 Kebaikan” sengaja dihadirkan untuk mengangkat nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh dari profesi-profesi sederhana di tengah masyarakat.
“Kebaikan tidak selalu lahir dari mereka yang memiliki jabatan tinggi atau kekuatan ekonomi besar. Banyak orang biasa yang justru menjadi penjaga nilai kemanusiaan melalui pekerjaan mereka sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Dr. Naghfir, penghargaan tersebut juga dimaksudkan untuk membangun kesadaran publik bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pelopor kebaikan.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa siapa pun bisa menjadi inspirasi. Kebaikan itu bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten,” jelas Dr. Naghfir.
Dalam ajang tersebut, panitia memberikan penghargaan dalam lima kategori utama, yakni keagamaan, pendidikan, seni, sosial, dan budaya. Para penerima dipilih karena dinilai memiliki dedikasi tinggi serta kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga sarat nilai kepedulian sosial. Anak-anak yatim piatu turut dihadirkan dalam acara tersebut dan menerima santunan dari panitia.
Lebih lanjut Dr. Naghfir berharap kegiatan ini menjadi gerakan moral yang dapat menularkan semangat berbagi dan kepedulian di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menebar kebaikan. Jika semakin banyak orang tergerak melakukan hal baik, maka masyarakat yang penuh kepedulian akan semakin kuat,” pungkasnya.
Acara tersebut juga diisi dengan penyampaian pesan moral oleh Ustadz Yantoso Rema, pengelola Madrasah Tahfidh Al-Qur’an Maqomam Mahmuda Batuan, yang mengajak masyarakat untuk menjadikan kebaikan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.
Melalui Naghfir’s Institute Award 2026, pesan kuat kembali disuarakan: bahwa di balik kehidupan sederhana masyarakat, terdapat banyak sosok yang diam-diam menjaga nilai kemanusiaan tetap hidup mereka adalah pahlawan sunyi yang sesungguhnya. (REDJAVA****)








