JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kinerja investasi Kabupaten Sumenep sepanjang Januari–Desember 2025 menunjukkan tren yang tetap solid.
Berdasarkan rekapitulasi data Online Single Submission (OSS), total realisasi investasi mencapai Rp 2,6 triliun dengan 8.609 unit usaha dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 29.603 orang.
Angka tersebut setara dengan 93 persen dari target Rp 2,8 triliun yang ditetapkan tahun 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Substansi Penanaman Modal DPMPTSP Sumenep, Herman Hariyanto, SE., M.Si. yang akrab disapa Bang Her, menegaskan bahwa capaian ini tetap menunjukkan fondasi investasi daerah yang kuat.
“Target 2025 sebesar Rp 2,8 triliun dan realisasi kita mencapai Rp 2,6 triliun atau sekitar 93 persen. Ini tetap menjadi capaian yang patut kita syukuri,” kata Herman, Jum’at (13/02/2026).
Jika melihat capaian sebelumnya, pada 2024 target investasi sebesar Rp 2,5 triliun bahkan berhasil dilampaui dengan realisasi Rp 2,7 triliun.
Sementara untuk 2026, Pemkab Sumenep telah menaikkan target menjadi Rp 2,9 triliun.
“Di 2024 kita melampaui target. Tahun 2025 memang belum sepenuhnya tercapai, tapi selisihnya tidak terlalu jauh. Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi kami,” lanjut Herman.
Ia optimistis target 2026 bisa tercapai melalui penguatan promosi investasi, penyederhanaan perizinan berbasis OSS, serta pendampingan pelaku usaha.
“Mudah-mudahan target 2026 sebesar Rp 2,9 triliun bisa tercapai. Kami terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif,” tegasnya.
Dari sisi sektoral, Perdagangan dan Reparasi menjadi penyumbang terbesar jumlah pelaku usaha dan tenaga kerja. Sepanjang 2025 sektor ini mencatat:
– 4.285 unit usaha
– Rp 302,8 miliar investasi
– 10.342 tenaga kerja
Sementara sektor Perindustrian membukukan:
– 1.311 unit usaha
– Rp 122,4 miliar investasi
– 4.913 tenaga kerja
Menariknya, sektor Kesehatan mencatat nilai investasi tertinggi, mencapai sekitar Rp 763,9 miliar dengan serapan 2.401 tenaga kerja.
Data OSS juga menunjukkan lonjakan signifikan pada Triwulan III dan IV, baik dari sisi nilai investasi maupun jumlah unit usaha. Semester akhir 2025 menjadi periode paling produktif bagi geliat ekonomi daerah.
“Pencapaian Rp 2,6 triliun bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.
Dengan hampir 30 ribu tenaga kerja terserap, investasi tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan tren yang terus terjaga dalam dua tahun terakhir, Sumenep kini menatap 2026 dengan optimisme baru mengejar target Rp 2,9 triliun dan memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi progresif di Madura. (REDJAVA/$$$$)








