JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Sumenep menegaskan peran strategis santri sebagai garda pengamanan kultural Nahdlatul Ulama dalam rangkaian Peringatan 1 Abad NU yang digelar di Kota Malang. Peran tersebut dijalankan sejak pemberangkatan jamaah dari Kabupaten Sumenep hingga pelaksanaan kegiatan di lokasi acara.
Keterlibatan Pagar Nusa Sumenep merupakan bagian dari khidmah organisasi yang mengikuti rombongan resmi PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep. Pengamanan dilakukan untuk memastikan agenda akbar NU berlangsung aman, tertib, dan mencerminkan nilai-nilai keislaman yang moderat.
Sebanyak sekitar 200 personel santri Pagar Nusa Sumenep diterjunkan langsung dalam pengamanan. Mereka tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga mengemban fungsi pengamanan kultural NU, dengan mengedepankan pendekatan persuasif, adab pesantren, serta nilai tawassuth, tasamuh, dan tawazun dalam mengawal jamaah.
Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Sumenep, Drs. KH. Abdul Mu’iz Ali Wafa, menegaskan bahwa kehadiran santri Pagar Nusa adalah bagian dari tanggung jawab moral dan ideologis dalam menjaga marwah Nahdlatul Ulama.
“Santri Pagar Nusa hadir bukan sekadar untuk menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga menjaga suasana batin, etika, dan nilai-nilai NU agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan khidmat dan bermartabat,” ujarnya, Minggu (07/02/2026).
Dalam rombongan tersebut turut hadir mantan Bupati Sumenep, KH Abuya Busyro Karim, yang mendapatkan pengawalan khusus dari Majelis Pendekar Pagar Nusa. Pengawalan dipimpin langsung oleh Pendekar Ach. Zaini Umar, sebagai bentuk penghormatan dan pengamanan terhadap tokoh NU.
Sepanjang rangkaian kegiatan di Kota Malang, personel Pagar Nusa Sumenep bersinergi dengan panitia pelaksana, Banser, serta unsur pengamanan lainnya. Koordinasi difokuskan pada titik-titik strategis dan area konsentrasi jamaah guna memastikan kelancaran kegiatan.
KH. Drs. Abdul Mu’iz Ali Wafa menambahkan, konsep pengamanan kultural menjadi ciri khas NU yang membedakan pendekatan Pagar Nusa dengan sistem pengamanan konvensional.
“Pengamanan kultural ini adalah identitas NU. Santri bergerak dengan disiplin, ramah, dan penuh adab. Kami ingin memastikan peringatan 1 Abad NU menjadi momentum persatuan dan kedamaian, bukan hanya perayaan seremonial,” tegasnya.
Pagar Nusa Sumenep berharap seluruh rangkaian Peringatan 1 Abad NU di Kota Malang berjalan aman, tertib, dan lancar, serta semakin memperkuat soliditas warga NU dari berbagai daerah di Indonesia. (REDJAVA/$$$)










