JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dari ruang digital, sebuah keputusan penting bagi masa depan literasi di Kabupaten Sumenep lahir. Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sumenep resmi menetapkan Mahfudh sebagai Ketua periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar secara daring, Ahad (8/2/2026).
Musda ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia menjadi titik balik konsolidasi gerakan literasi masyarakat di Sumenep sebuah upaya menyatukan puluhan TBM dan komunitas baca yang selama ini bekerja dalam senyap, namun konsisten menyemai budaya membaca.
Kegiatan yang berlangsung melalui Google Meeting itu diikuti para pegiat literasi, pengelola TBM, serta perwakilan komunitas baca dari berbagai kecamatan. Pengurus Wilayah Forum TBM Jawa Timur, Jauharul Abidin, turut hadir dan mengawal jalannya forum, menegaskan pentingnya kesinambungan gerakan literasi dari tingkat daerah hingga provinsi.
Proses pemilihan ketua berlangsung demokratis. Setelah melalui tahapan penjaringan calon dan penyampaian visi-misi, peserta Musda sepakat menetapkan Mahfudh sebagai ketua terpilih melalui mekanisme voting dan mufakat. Keputusan itu disambut antusias, menandai kepercayaan kolektif terhadap arah kepemimpinan baru.
Dalam pidato perdananya, Mahfudh
menegaskan bahwa tantangan literasi hari ini tak lagi bisa dijawab dengan pendekatan konvensional. TBM, kata dia, harus bertransformasi dari sekadar ruang membaca menjadi pusat pembelajaran sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“TBM tidak boleh berhenti sebagai rak buku. Ia harus hidup sebagai ruang belajar, ruang kreativitas, dan ruang tumbuhnya kesadaran literasi. Forum TBM harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pegiat literasi,” ujar Mahfudh.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat jejaring antar-TBM, meningkatkan kapasitas pengelola, serta merancang program yang menyentuh langsung masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Pemanfaatan teknologi digital disebut sebagai salah satu strategi untuk memperluas jangkauan literasi di tengah keterbatasan akses.
Musda ini sekaligus menjadi forum pembahasan isu-isu strategis organisasi. Mulai dari pengembangan TBM berbasis komunitas, kolaborasi dengan sekolah dan lembaga pendidikan, hingga sinergi lintas sektor untuk menjadikan literasi sebagai gerakan sosial yang berkelanjutan.
Perwakilan peserta Musda, Saiful Bahri, menyebut kepemimpinan baru membawa harapan besar bagi masa depan Forum TBM Sumenep.
“Kami berharap Forum TBM Sumenep menjadi lebih aktif, inovatif, dan benar-benar berdampak. Literasi harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai wacana, tetapi sebagai praktik sehari-hari,” ujarnya.
Dengan terpilihnya Mahfudh, Forum TBM Sumenep kini menatap lima tahun ke depan dengan satu tekad: menjadikan taman bacaan masyarakat sebagai pusat pemberdayaan, pembelajaran sepanjang hayat, dan fondasi lahirnya masyarakat yang kritis dan berdaya. (REDJAVA/$$$)












