JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Empat hari setelah angin puting beliung menyapu Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, jejak kehancuran masih terlihat jelas. Atap rumah beterbangan, rangka bangunan roboh, dan pepohonan tumbang menjadi saksi amukan angin pada Minggu sore, 1 Februari 2026.
Di tengah situasi itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep mulai menggerakkan langkah pemulihan paling mendasar: membangun kembali rumah warga.
Baznas Sumenep menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang mengalami kerusakan berat. Penyaluran dilakukan setelah proses taksasi lapangan rampung dan rekomendasi penanganan dikeluarkan oleh tim gabungan penanggulangan bencana.
“Hari ini kami memulai penyaluran bantuan perbaikan rumah untuk warga yang terdampak paling parah. Fokus kami adalah rumah dengan kategori rusak berat agar segera bisa dihuni kembali,” kata Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman.
Menurut Rahman, Baznas tidak ingin berspekulasi dalam menyalurkan bantuan. Seluruh intervensi dilakukan berbasis data hasil verifikasi lapangan yang melibatkan berbagai instansi teknis.
Sehari setelah bencana, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sumenep, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Perhubungan, langsung turun melakukan pendataan.
“Kami menunggu hasil taksasi yang objektif. Dari pendataan itu, ada tujuh rumah yang dinyatakan rusak berat dan membutuhkan penanganan segera,” ujarnya.
Pada tahap awal, Baznas Sumenep menyalurkan bantuan perbaikan untuk lima rumah warga di Desa Karduluk. Dua rumah lainnya akan menyusul setelah proses administrasi dan kesiapan teknis di lapangan dinyatakan lengkap.
“Penyaluran kami lakukan bertahap. Prinsipnya bukan sekadar cepat, tetapi tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Ia menegaskan, bantuan perbaikan rumah bukan sekadar respons darurat, melainkan bagian dari upaya memulihkan martabat dan rasa aman warga pascabencana. Rumah, kata dia, adalah fondasi utama bagi keberlangsungan hidup keluarga.
“Yang paling penting bagi korban bencana adalah bisa kembali tinggal dengan aman dan layak. Itulah yang sedang kami upayakan bersama,” sambung Rahman.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Baznas Kabupaten Sumenep didampingi BPBD Sumenep, Polres Sumenep, Kodim 0827/Sumenep, Camat Pragaan, serta pemerintah desa setempat. Sinergi lintas lembaga ini, menurut Rahman, menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan cepat dan terkoordinasi.
Bencana angin puting beliung di Karduluk tercatat merusak ratusan rumah warga, merobohkan pepohonan, serta berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Hingga kini, proses pembersihan dan pemulihan masih terus berlangsung.
“Baznas Sumenep memastikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam tahap pemulihan hingga warga benar-benar bangkit dari dampak musibah,” pungkasnya.(REDJAVA/$$$)











