Dukungan Bupati Sumenep untuk Halaqah Pers PWI, Dorong Tata Kelola Tambang Berkelanjutan

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Saat Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH Menerima Kunjungan Ketua Beserta Jajaran di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (26/01/2026)

Suasana Saat Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH Menerima Kunjungan Ketua Beserta Jajaran di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (26/01/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. menegaskan bahwa aktivitas pertambangan di Kabupaten Sumenep harus tunduk pada prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan, bukan semata mengejar pertumbuhan ekonomi.

Sikap tegas itu disampaikan saat menerima Ketua PWI Sumenep beserta jajaran pengurus di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (26/01/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fauzi sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap agenda Halaqah Pers dan Lingkungan PWI Sumenep bertema “Tambang: Antara Pembangunan dan Ancaman Lingkungan” yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Februari 2026.

“Pembangunan tidak boleh dibayar dengan kerusakan lingkungan. Ketika alam rusak dan masyarakat dirugikan, maka pembangunan itu gagal sejak awal,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Baca Juga :  HUT ke-80 RI, Kemenag Sumenep Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis: ASN Sehat, Pelayanan Masyarakat Kian Cepat

Orang nomor wahid di lingkungan Pemkab Sumenep itu menekankan, karakteristik Sumenep sebagai wilayah kepulauan menjadikan aspek lingkungan sebagai variabel utama dalam setiap kebijakan eksploitasi sumber daya alam.

“Sumenep memiliki kerentanan ekologis yang tinggi. Karena itu, setiap aktivitas pertambangan harus melalui kajian yang matang, transparan, dan berpihak pada keselamatan warga,” ujarnya.

Menurut Fauzi, diskursus publik yang digagas oleh insan pers sangat dibutuhkan untuk mencegah lahirnya kebijakan yang elitis dan jauh dari kepentingan rakyat.

“Forum halaqah ini penting agar kebijakan tidak lahir di ruang tertutup. Pers berperan menghadirkan nalar kritis dan suara masyarakat dalam proses pembangunan,” ungkap dia.

Baca Juga :  Dibawah Kepemimpinan Bupati Fauzi, Inovasi Pemkab Sumenep Call Center 112 Sangat Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

Lebih jauh, Ketua DPC PDI-P Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep terbuka terhadap kritik konstruktif yang disampaikan melalui kerja jurnalistik.

“Kami tidak anti kritik. Justru pers harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan agar tetap berada di jalur yang benar,” tutup Bupati Fauzi.

Sementara itu, Ketua PWI Sumenep menyatakan bahwa halaqah pers dan lingkungan dirancang sebagai ruang dialog terbuka untuk membedah persoalan pertambangan secara komprehensif dan berimbang.

“Halaqah ini bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membuka ruang diskusi jujur tentang tambang antara kebutuhan pembangunan dan ancaman nyata terhadap lingkungan,” ujar Ketua PWI Sumenep.

Baca Juga :  Hasil Imbang 2-2 Versus Persipro, Tim Berjuluk Laskar Kuda Terbang Perrsu Madura City Lolos Ke 16 Besar Liga 3 Jatim

Ia menambahkan, PWI ingin memastikan pers hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam isu-isu strategis yang berdampak langsung pada masa depan daerah.

“Pers tidak boleh diam ketika lingkungan terancam. Melalui halaqah ini, kami ingin mendorong lahirnya rekomendasi yang berpihak pada kepentingan publik dan generasi mendatang,” pungkasnya.

Kegiatan Halaqah Pers dan Lingkungan PWI Sumenep rencananya akan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, pegiat lingkungan, dan praktisi pers. Forum ini diharapkan menghasilkan rumusan pemikiran dan rekomendasi kebijakan terkait tata kelola pertambangan yang adil, transparan, dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA/$$$)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru